Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Kuasa Hukum Pembobol Kartu Kredit WNA Menyoal Penangkapan Polda Jatim

Kuasa Hukum Pembobol Kartu Kredit WNA Menyoal Penangkapan Polda Jatim

(294 Views) Oktober 22, 2018 9:07 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Moh. Hasan, Kuasa Hukum Marshall Dimas Saputra (20). Menyoal penangkapan yang dilakukan pihak Polda Jatim pada kliennya yang disangkakan dugaan tindak pidana UU ITE.

Dimas ditangkap Subdit V Cyber crime Ditreskrimsus Polda Jatim, karena dianggap membobol kartu kredit Warga Negara Asing

Hasan menilai proses penangkapan itu masih kabur. Sebab, pihak yang dirugikan adalah Warga Negara Asing yakni warga Negara Jepang dan Amerika.

“Yang jadi pertanyaan pihak yang dirugikan mereka adalah warga Negara Jepang dan Amerika.” kata Hasan, saat ditemui dikantornya Jl. Simpang Dukuh ( 1 ) Surabaya, Senin (22/10/18).

Dijelaskan Hasan, pihak yang dirugikan (WNA), mereka wajib didatangkan pihak penyidik  agar nilai kerugian dari para korban menjadi jelas.

Pihak Polda Jatim sebelumnya mengklaim, kerugian yang diderita oleh korban mencapai Rp. 500 Juta.

” Itu kan kata penyidik, saya sendiri belum tau karena baru mendapat kuasa dari yang bersangkutan, besok rencananya saya lihat BAP nya.” Kata Hasan.

Diketahui sebelumnya, pihak Polda Jatim menangkap Dimas Marshall Saputra dan Ferry Piscesa Dwi Cahya. Keduanya ditangkap karena melakukan pembobolan kartu kredit Warga Negara Asing.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi menjelaskan, modus kedua tersangka adalah membobol data korban pemegang kartu kredit di luar negeri. Korban, semuanya dari dua negara, yakni Jepang dan Amerika Serikat.

Untuk kode Akses Kartu Kredit, Harissandi mengatakan kode itu didapat tersangka dari akun Facebook milik korban.

“Tersangka mendapat kode kartu kredit dari akun Facebook milik korbannya kemudian dipakai belanja online,” ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (17/10/2018).

Harissandi menerangkan, perbuatan kedua tersangka ini terungkap saat petugas Cyber Patrol Polda Jatim mendeteksi aktivitas mencurigakan di dunia maya.

“Butuh proses cukup lama untuk mengetahui keberadaan pemilik IP Address Network yang dipakai tersangka untuk melakukan kejahatan di dunia maya.” Katanya.

Adapun barang bukti yang diamankan pihak kepolisian dari kedua tersangka yakni, dua handphone I Phone X warna hitam dan Samsung Galaxy S8+ wama hitam. Selain itu juga ada Laptop Asus dual fan Copling, sepatu air Jordan, Laptop Accer tipe Predator berharga Rp 60 juta.

Polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa laptop Lenovo Legion Y720, Handphone Huawei, sepatu Adidas Dan New Balance, Tas Kate spade dan Burberry, mainan Gundam, Nintendo Baju Branded dan Sikat Gigi Elektronik.

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan pasal 30 (2) jo Pasal 46 ayat (2) atau pasal 32 ayat (1) jo Pasal 48 ayat (1) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik.

Adapun ancaman hukuman maksimal dalam pasal tersebut ialah 8 tahun hukuman penjara.@ [Jn].


Berita Terkait

No comment for Kuasa Hukum Pembobol Kartu Kredit WNA Menyoal Penangkapan Polda Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.