Menu Click to open Menus
Home » Lintas Peristiwa » GP Ansor Kukuh Tak Mau Minta Maaf Insiden Pembakaran Bendera Di Garut

GP Ansor Kukuh Tak Mau Minta Maaf Insiden Pembakaran Bendera Di Garut

(60 Views) Oktober 24, 2018 5:12 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas bersikukuh tidak mau meminta maaf atas insiden pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oknum Banser saat merayakan hari santri di Garut Jawabarat, pada Senin 22 Oktober 2018.

Yaqut beralasan, bendera yang dibakar para kadernya itu ialah bendera atau simbol dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ia berasumsi bendera itu sebelumnya juga telah menjadi pajangan disejumlah sekretariat HTI sebelum ormas itu di bubarkan oleh pemerintah.

Namun demikian, Yaqut mewakili Ansor dan seluruh kadernya meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan atas insiden itu.

” Kami mewakili Ansor dan seluruh kader meminta maaf pada masyarakat, atas kegaduhan yang ditimbulkan. Tapi bukan masalah pembakaran bendera HTI” kata Yaqut, pada keterangan persnya, Rabu (24/10/18).

Sebelumnya, Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) menegaskan, bendera yang sengaja dibakar oleh oknum Banser bukan merupakan bendera organisasi Terlarang Hizbut Tahir Indonesia (HTI). Bendera itu disebut sebagai Ar Rayah dan Al Liwa yang sudah ada sebelum HTI dibentuk.

Bendera itu menurut MUI, adalah milik umat Islam sedunia. Dan bukan bendera perorangan, kelompok maupun Partai.

“Karena ini menjadi milik umat Islam sedunia. Saya tadi ngomong-ngomong mestinya ini organisasi kerja sama Islam atau OKI mempatenkan, sehingga di manapun menjadi milik kita bersama, tidak boleh menjadi milik partai,” ujar, wakil ketua MUI Yunahar Ilyas, Melalui keterangan persnya. Selasa (23/10).

Maka dari itu, MUI menyayangkan peristiwa pembakaran bendera dengan tulisan Tauhid tersebut. Menurut Yunahar, semestinya bendera Ar Rayah dan Liwa ini tidak digunakan sebagai identitas kelompok tertentu.

Disampaikan oleh Wakil Ketua MUI, Yunahar Ilyas, dalam video yang beredar tidak terlihat ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia dari bendera yang dibakar itu.

Kalaupun ada kelompok atau organisasi yang ingin menggunakan bendera Ar Rayah dan Al Liwa. MUI menyarakankan agar kelompok tersebut mengambil desain yang berbeda. Sebab, bendera itu sudah ada semenjak jaman Nabi Muhammad SAW.

“Jadi memang dalam sejarah ada versi kalimatnya yang latarnya putih dan ada yang hitam. Dua-duanya itu adalah bendera Rayah dan Liwa di zaman Rasulullah SAW,” Imbuhnya

Hal senada juga dikatakan mantan juru bicara HTI Ismail Yusanto. Ia menegaskan bahwa HTI tidak memiliki bendera resmi seperti yang dituduhkan Yaqut.

Kalaupun ada acara resmi yang digelar oleh HTI dan mempergunakan simbol Ar Roya, hal itu menurut Ismail adalah cara dari HTI untuk mengenalkan panji atau bendera Rasulallah Muhammad SAW.@ [Jn/Ahy]


Berita Terkait

No comment for GP Ansor Kukuh Tak Mau Minta Maaf Insiden Pembakaran Bendera Di Garut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.