Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Aktivis Anti Korupsi Kembali Soroti Proyek APBN/APBD Tanpa Papan Informasi

Aktivis Anti Korupsi Kembali Soroti Proyek APBN/APBD Tanpa Papan Informasi

(57 Views) Oktober 31, 2018 9:45 am | Published by | No comment

Pamekasan-ANC. Sejumlah proyek yang dibiayai oleh Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) baik Provinsi, maupun Kabupaten 2018 di Kabupaten Pamekasan, menjadi sorotan masyarakat setempat. Alasannya, karena masih banyaknya pekerjaan tanpa disertai pemasangan plang papan nama proyek. Rabu (31/10)

Zaiful Alim, Anggota LPKP2HI (Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia) mengatakan, Plang informasi proyek itu bertujuan agar pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan transparan. Dimana keterbukaan atau transparansi ini dimulai sejak tender atau lelang proyek dilakukan termasuk tander proyek yang dilakukan di badan publik.

“Kewajiban memasang Plang papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomer 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomer 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik/non fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang Plang papan nama proyek”,Tuturnya.

Papan nama tersebut diantaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek. Namun tidak terpasangnya plang papan nama pada sejumlah proyek tersebut bukan hanya bertentangan dengan Perpres, tetapi juga tidak sesuai dengan semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Pada Pasal 25 Perpres diatur mengenai pengumuman rencana pengadaan barang/jasa pemerintah, melalui website, portal LPSE, papan pengumuman resmi, dan sebagainya. Ini memperkuat apa yang diatur dalam UU nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP)” Tambahnya.

Sementara itu, tidak adanya papan proyek dilokasi pekerjaan memunculkan berbagai pertanyaan atau spekulasi, salah satunya terkait sumber dana yang digunakan untuk proyek yang saat ini mulai berlangsung baik di pedasaan maupun perkotaan, apakah berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) atau dari dana lain semisal Dana Desa atau (APBN).

“Nah persoalan seperti ini dampak dari tidak adanya transparansi. Kalau terpasang papan proyek dan disebutkan sumber dananya kan tidak akan menimbulkan prasangka itu ini, kalau tidak ada pemasangan papan informasi di lokasi proyek maka masyarakat berhak untuk bertanya”,Tutupnya.

Jadi kata Alim, terlepas apapun itu sumber dana yang digunakan, baik dari APBN atau APBD, papan proyek tetap harus dipasang. Menurutnya, transparansi anggaran ini untuk menghindari terjadinya doble anggaran pada satu pekerjaan yang tengah dikerjakan. Apalagi ketika melakukan investigasi di salah satu proyek dan menanyakan kepada semua pekerja dengan kompaknya mereka bilang tidak tahu proyek siapa. (PersAwasPmk)


Berita Terkait

Tags:
Categorised in:

No comment for Aktivis Anti Korupsi Kembali Soroti Proyek APBN/APBD Tanpa Papan Informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.