Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Kasus Mantan Ketua HIPMI Jatim Dinilai Janggal, Ibu Korban Penganiayaan Minta Persidangan Berjalan Fair

Kasus Mantan Ketua HIPMI Jatim Dinilai Janggal, Ibu Korban Penganiayaan Minta Persidangan Berjalan Fair

(69 Views) Oktober 31, 2018 11:22 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Mimi Lie, Ibu dari salah seorang korban pengeroyokan yang dilakukan Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim, Giri Bayu Kusuma. Mengaku kecewa dengan dunia peradilan, khususnya pada penanganan perkara yang menyebabkan anaknya mengalami luka permanen.

Warga Jalan Ngaglik 32 Surabaya ini melihat adanya kejanggalan saat kasus pengeroyokan ini mulai bergulir ke meja Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Kejanggalan itu disebutkan Mimi, saat pembacaan surat dakwaan, dimana hanya ada satu terdakwa saja yang diadili. Sementara empat terdakwa lainnya tidak hadir dalam persidangan.

“Ini satu berkas, tapi saya dapat info kalau hanya Giri saja yang disidangkan, ada apa ini, yang ke empat nya kemana,”ungkap Mimi Lie didampingi Hermawan Benhard Manurung selaku kuasa hukumnya, Rabu (31/10).

Untuk mengungkap kejanggalan itu, pengusaha wanita kelahiran 54 tahun ini mengancam akan melaporkan jaksa dan Hakim yang menyidangkan perkara ini. Ia pun meminta agar persidangan kasus ini dilakukan secara fair.

“Persidangan ini harus fair, Kalau tidak, saya akan laporkan ke Kejagung, Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial,”pungkas Mimi.

Dikesempatan yang sama, Hermawan Benhard Manurung selaku kuasa hukum korban menyesalkan dengan status tahanan kota yang diberikan ke para terdakwa pengeroyokan. Status tahanan kota itu dikhawatirkan justru akan mempersulit persidangan.

“Apalagi korban mengalami luka permanen dan yang pasti tahanan kota ini akan mempersulit proses persidangan, karena yang satu datang yang lain bisa gak datang akhirnya sidang ditunda tunda,”kata Benhard.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo mengaku telah membacakan surat dakwaan bagi lima terdakwa dalam kasus pengeroyokan ini. Mereka adalah GirI Bayu Kusuma, Dewi Megawati Aldona Doni, Jenifer Berby Aldona Doni, Muhammad Rizzal dan Muhammad Baslum.

Atas dakwaan itu, Damang mengaku para pelaku pengeroyokan mengajukan eksepsi yang akan dibacakan pada persidangan selanjutnya.

Kasus penganiayaan ini terjadi di Club & Lounge Jimmys area Hotel JW Marriott Surabaya, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 02.30 dini hari. Saat itu Jimmy dan Handy masuk ke Jimmys Club dan sudah ada keributan antar dua kelompok.

Mengetahui keributan itu, Jimmy dan Handy pilih kembali keluar. Saat melangkah keluar di lorong pintu club di samping kiri pintu utama hotel bintang lima di Jalan Embong Malang Surabaya itu Jimmy tanya pada Handy kenapa mereka ribut, dan bilang gitu saja kok diributkan.

Akan tetapi, ucapan Jimmy terdengar oleh terdakwa Dewi Megawati Aldona Doni yang tadi dilihatnya ikut ribut di dalam club. Tak disangka, cewek itu marah dan mengejar Jimmy.

Handy berusaha menghalangi. Namun, terdak Dewi ganti mencekal krah baju Handy dengan melontarkan umpatan bernada kebencian “Rasis”. Sontak hal itu menyulut emosi terdakwa lainnya dan akhirnya bersama sama ikut melakukan pemukulan terhadap para korban.

Peristiwa ini membuat korban mengalami luka yang cukup serius, Handy mengalami luka di bagian pelipis mata kanan dan kiri, leher dan punggung, sementara Jimmy mengalami luka di bagian wajah dan punggung.@ [Jn]


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Kasus Mantan Ketua HIPMI Jatim Dinilai Janggal, Ibu Korban Penganiayaan Minta Persidangan Berjalan Fair

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.