Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Saksi Tak Hadir, Sidang Mantan Ketua Lakpesdam NU Sidoarjo Ditunda

Saksi Tak Hadir, Sidang Mantan Ketua Lakpesdam NU Sidoarjo Ditunda

(42 Views) November 1, 2018 8:46 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Sidang lanjutan kasus tipu gelap penjualan harta warisan yang menjerat ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), wilayah Sidoarjo, Badrus Zaman, ditunda.

Kepastian diundanya sidang tersebut lantaran kuasa hukum terdakwa tidak dapat mengadirkan saksi yang meringankan untuk terdakwa.

“Ditunda saksi meringankan tidak hadir karena keluar kota” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejati Jatim, Mohammad Usman, Di Pengadilan Negeri Surabaya Kamis (01/11).

Diketahui sebelumnya, Badrus Zaman telah mentransaksikan obyek tanah warisan SHM No. 284 dengan Ridwan Tantomo senilai Rp.1,2 Milyar, tanpa sepengetahuan ahli waris lain.

Saat mentransaksikan obyek tersebut, Terdakwa mengaku sebagai ahli waris tunggal dari H. Abdurrahman, pernyataan itu bahkan dilegalisasi oleh Notaris Christina Inawati, Jl. Gayung Sari I. No. 15 Surabaya.

”Pernyataan itu juga ditandatangani oleh istri terdakwa” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Usman.

Pada tanggal 19 Juli 2016, terdakwa dan Ridwan Tantomo lalu melakukan pengesahan transaksi dengan membuat akte Jual beli dikantor notaris Endah Larasati, di Pondok Sidokare Asri Blok AX nomer 12, Sidoarjo.

Setelah semua proses jual beli itu selesai, obyek SHM Nomer 284 itu ternyata masih dalam penguasaan H. Nasir. Yang juga merupakan salah seorang ahli waris dari H. Abdurrahman. Padahal terdakwa sudah diberi uang sebesar Rp. 300 juta oleh Ridwan, untuk biaya pengosongan.

Karena tidak bisa menguasai fisik dari tanah yang ia beli, Ridwan akhirnya melaporkan Badrus pada Polisi, hingga berlanjut ke Pengadilan.

Sementara itu, istri dari terdakwa Badrus Zaman, Suhartini menyatakan, perkara yang membelit suaminya hingga masuk ranah hukum Pengadilan Negeri Surabaya, disebutnya sebagai tindakan pendzoliman.

”Kita sudah terdzolimi tingkat dewa, [perkara] ini tentang hutang piutang dengan modus Perikatan Jual beli, karena dibebankan ke nota Rp. 1,250 Milyar, kita tidak terima sama sekali uangnya” ungkapnya.

Masih kata Suhartin, bahwa suaminya dibebankan dengan bunga tinggi gaya renten, oleh beberapa orang yang disebutnya sebagai pendana. Ia kembali menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak menerima uang yang dituduhkan.

“Saya sudah print out Bank, juga nanti untuk pembuktian bahwa [kami] tidak terima uangnya sama sekali,Rentetannya panjang itu masih ada pendana 1,2 dan 3 modus rentenir bunga tinggi” Ungkapnya.@ [RB]


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Saksi Tak Hadir, Sidang Mantan Ketua Lakpesdam NU Sidoarjo Ditunda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.