Menu Click to open Menus
Home » Opini » LANTARKAN PASIEN HINGGA MENYEBABKAN MENINGGAL, RUMAH SAKIT NU ROGOJAMPI BANYUWANGI.

LANTARKAN PASIEN HINGGA MENYEBABKAN MENINGGAL, RUMAH SAKIT NU ROGOJAMPI BANYUWANGI.

(349 Views) November 5, 2018 2:11 am | Published by | No comment

Banyuwangi,awasnews.com RS.NU di Desa Mangir Kecamatan rogojampi Kabupaten Banyuwangi bahwa dari pihak keluarga korban menuntut atas kelalaian dari pihak RS.NU tidak ada tindakan dari pihak perawat terkait untuk menangani korban dalam keadaaan kejang – kejang hingga menyebabkan korban meninggal dunia tanpa di tangani oleh perawat baikpun dari Dokter, Senin 5/11/2018.

Himbauan dari pantauan awasnews.com menuturkan berdasarkan investigasi data akurat menyimpulkan dari salah satu pihak keluarga mengatakan bahwa, kenapa ibu saya waktu sakit parah, kok gak ada tindakan satupun dari perawat baik Dokter untuk menangani ibu saya, padahal kondisi ibu saya tiba – tiba mengalami kejang – kejang kok di biarkan seolah – olah dari pihak pelayanan di RS.NU kurangnya tanggung jawab pada pasien, hingga berita ini di muat sesuai keterangan nyata dari anak korban, ungkapnya.

Awalnya pasien sempat bermalam 1 hari pada waktu Hari Selasa malam Rabu tanggal 23/10/2018, sempat di tangani sekali ngambil sempel darah untuk di cek laborat, sampai menjelang satu hari sama sekali tidak ada penanganan lagi hingga anak korban agak syok ketika melihat ibunya dalam kondisi kejang – kejang belum lama kemudian ibu tersebut mengakibatkan meninggal dunia.

Akhirnya MSH anak korban mau menunutut pada pihak RS.NU untuk bertanggung jawab atas meninggalnya ibu kandungnya yang selama itu masih perlu butuh kasih sayang anak terhadap ibunya, dan ternyata RS.NU ini mutu untuk pelayanannya kurang baik.

Hal tersebut akhirnya telah mengundang beberapa media sosmed, dan cetak ada hal indikasi sama sekali tidak ada rasa pedulian terhadap pasien, berakibat fatal dan penyebab pasien meninggal di RSNU sekitar jam 18.30 malam Kamis 24/10/2018.

Senada kata dari Dokter Detti mengutarakan,” memang benar pasien datang pada tengah malam Rabu, 23/10/2018 hingga pasien tersebut di infus, kemudian sampai esok harinya di ambil sempel darah untuk di cek Laboratorium namun sampai detik hampir 2 hari belum ada kabarnya dari cek Laborat, naas si pasien keburu meninggal secara tiba – tiba, kenapa perawat kok gak kasih tahu pada saya kalau pasien itu mengalami kritis, jawabnya dengan lantang. ”

Semestinya perawat disini ada laporan bahwa kalau ada pasien dalam kondisi kritis seharusnya tanggap terhadap pasiennya agar bisa tertolong, dan ini sudah menjadi tanggung jawab pada RS NU supaya tidak terjadi konflik dari pihak keluarga korban baik yang lainnya.

Padahal dalam pasal 36 ayat 2 di sebutkan,” Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan, baik pemerintah maupun swasta di larang menolak pasien atau meminta uang muka.”

Bahkan kewajiban memberikan pertolongan kepada pasien ini juga berlaku bagi tenaga kesehatan sebagaimana di sebutkan pasal 59 ayat 1 UU no. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga kesehatan. Pimpinan Rumah Sakit atau tenaga kesehatan yang menolak pasien dalam keadaan darurat bisa di pidana dan di kenakan denda sebagaimana di atur dalam Pasal 190 UU Kesehatan.

(1) Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85 ayat 2 di pidana dengan kurungan penjara paling lama 2 tahun dan denda sebanyak Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

(2) Dalam perbuatan sebagaimana di maksud pada ayat (1) mengakibatkan terjadinya kecacatan atau kematian, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan tersebut dipidana masa kurungan 10 tahun dan denda sebanyak Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah).

( team )


Categorised in:

No comment for LANTARKAN PASIEN HINGGA MENYEBABKAN MENINGGAL, RUMAH SAKIT NU ROGOJAMPI BANYUWANGI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.