Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Digugat Pailit, Nasib PT Merpati Nusantara Tinggal Menghitung Hari

Digugat Pailit, Nasib PT Merpati Nusantara Tinggal Menghitung Hari

(64 Views) November 9, 2018 8:44 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Dalam hitungan hari, nasib PT Merpati Nusantara Airlines diujung tanduk. Pasalnya, perusahaan plat merah dibidang penerbangan ini terancam pailit akibat hutang puluhan triliun rupiah yang tidak dibayar ke sejumlah kreditur yang berjumlah ratusan.

Kini, perkara tersebut telah memasuki hari 40 sejak didaftarkannya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan nomor perkara 4/Pdt Sus-PKPU/2018/PN Niaga SBY.

“Sidang putusannya hari Rabu depan, tanggal 14,”kata Sigit Sutriono, Humas Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat (9/11).

Dari data yang dihimpun, perkara PKPU/Pailit ini diajukan oleh PT Parewa Catering, salah satu kreditur konkuren yang berkantor di Casablanca,Jakarta.

Saat pengajuan PKPU itulah diketahui PT Merpati Nusantara Airlines memiliki hutang sebesar 5,2 Triliun pada 222  Kreditur konkuren.

Tak hanya kreditur konkuren saja, PT Merpati Airlines juga berhutang kepada tiga kreditur separatis, dua diantaranya adalah Departeman Keuangan dan Otoritas Bandara. Nilai hutangnya sebesar Rp 3,3 triliun.

Sementara, terhadap kreditur Preferen yakni pekerja,PT Merpati Airlines memiliki tanggungan hutang sebesar Rp 1,7 triliun.

“Dari laporan Hakim Pengawas yakni Pak Sarwaedi, total hutangnya 10,2 triliun,”kata Hakim Sigit Sutriono sekaligus menjabat sebagai Humas PN Surabaya.

Dikatakan Sigit, PKPU ini merupakan proses dari perkara Kepailitan. Jika saat proses PKPU ini tidak ada perdamian, maka PT Merpati Nusantara Airlines dinyatakan Pailit.

Namun, untuk ditetapkan sebagai perusahaan yang tidak pailit, menurut Sigit ada persyaratan yang harus dilalui oleh para kreditur, salah satunya diatur dalam pasal 281 tentang PKPU, tentang perdamaian.

“Pada saat rapat itu dihadiri Setengah dari kreditur konkuren yang haknya diakui atau sementara diakui [dan] harus disetujui 2/3 dari total tagihan yang akui” ujar Sigit.

Selain itu, Sigit menambahkan. Rapat perdamaian Harus dihadiri oleh separuh dari jumlah kreditur separatis.

“Rencana perdamaian dapat diterima berdasarkan lebih dari setengah atau 1/2, jumlah dari kreditur yang piutangnya dijamin dengan Gadai jaminan fidusia, hak tanggungan, hipotik atau hak agunan atas kebendaan lainnya yang hadir dan mewakili paling sedikit 2/3 bagian dari seluruh tagihan kreditur tersebut” tandasnya.@ [Jun].


Berita Terkait

No comment for Digugat Pailit, Nasib PT Merpati Nusantara Tinggal Menghitung Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.