Menu Click to open Menus
Home » Nasional » Akhirnya!! GP Ansor Sesalkan Insiden Pembakaran Bendera Berlafadz Tauhid

Akhirnya!! GP Ansor Sesalkan Insiden Pembakaran Bendera Berlafadz Tauhid

(21 Views) November 10, 2018 5:22 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Gerakan Pemuda (GP) Ansor sangat menyesalkan sikap membakar bendera bertulisan kalimat tauhid oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Garut, Jawa Barat, beberapa tahun lalu.

Demikian disampaikan pihak GP Ansor dalam Dialog Kebangsaan Bersama Tokoh-tokoh Ormas Islam di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Dialog bertema “Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah, Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” yang dihadiri oleh tokoh-tokoh agama Islam, para ulama, para habaib, dan pimpinan ormas Islam.

Selain itu, hadir juga Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol. Agus Nugroho, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo, Jampidum Kejaksaan Agung Noor Rachmad, dan perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait.

Perwakilan GP Ansor Khairul Anwar mengatakan dalam acara ini dengan niat untuk menjaga dan merawat ukhuwah Islamiyah , tidak apa-apa yang disampaikannya tidak akan mengurangi laporan dari induk yaitu PBNU.

“Kami sangat menyesal dengan itu, aturan organisasi juga sudah diterapkan, untuk hukum dipasrahkan oleh penegak hukum. Jangan sampai hal ini (bakar, Red ) terjadi lagi dan sudah ditegaskan kepada anggota kami. Jika ada hal itu terulang maka akan ada tindakan tegas. Kami memohon maaf karena ini menjadi gaduh, ”kata Taufik.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menyesalkan peristiwa yang terjadi di Garut. Ia menceritakan tentang saat itu Hari Santri Nasional, peristiwa pengibaran bendera itu juga ada di Tasikmalaya. Pada saat itu, Banser juga mengamankannya.

“GP Ansor telah memberikan sanksi kepada oknum Banser yang membakar bendera dan diharapkan tidak main hakim sendiri. Mohon agar sentuhan yang terjadi di Garut menjadi peristiwa yang kami sesalkan, ”kata Helmy.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengajak orang Islam untuk ikut bersama-sama menjaga keberanian, politik dan hukum.

Dikatakan bahwa itu harus menjadi kewajiban bersama agar negara Indonesia damai, rukun, dan stabil.

“Tadi saya sampaikan bahwa kita semua orang Islam yang merupakan bagian dari bangsa Indonesia harus ikut bersama-sama dengan pasukan menjaga kesadaran, politik, hukum. Itu harus menjadi kewajiban kita bersama agar negara kita damai, rukun, stabil, dari situlah kita bisa membangun, ”ujar Menko Polhukam mengunjungi Biro Hukum, Persidangan dan Hubungan Kelembagaan Kemko Polhukam.

“Pagi hari ini saya sengaja mengundang tokoh-tokoh agama Islam, para ulama, para habaib, dan juga para pimpinan ormas Islam untuk bersama-sama kami melakukan satu dialog secara lebih bebas, lebih santai, namun menjurus kepada substansi yang penting yaitu masalah ukhuwah Islamiyah , ukhuwah wathaniyah, masalah tauhid, masalah akidah yang selama ini masih menjadi perdebatan tentang bagaimana membakar bendera yang pembakar dianggap bendera HTI, tetapi beberapa kalangan menganggap bahwa bendera tauhid atau bukan bendera tapi simbol-simbol tauhid, nilai yang terjadi sangat tajam, ”ujar Menko Polhukam.

Akan tetapi, dalam hal ini, pihak polisi juga telah menyelesaikannya dengan satu struktur hukum dan proses yang menguntungkan di mana si pembakar atau yang membawa bendera sudah divonis bersalah.

Menko Polhukam mengatakan, dalam dialog tersebut telah terjadi kesepakatan yang ada kesalahpahaman yang tidak lagi dapat terjadi di masa ke depan.

Menurutnya, semua orang-orang yang sangat tahu masalah itu, adalah sesuatu yang telah selesai, baik menyelesaikan hukum maupun organisasi.

“Kemudian Menteri Agama juga telah menyampaikan masalah akidah, kalimat tauhid akan dimusyawarahkan secara luas dan tidak domain untuk ngatur , menentukan tata cara penghormatan pada satu kalimat-kalimat tauhid dan sebagainya. Saya kira pertemuan hari ini sudah menghasilkan sesuatu yang sangat penting, strategis, sangat berguna untuk bisa bergerak ke depan, ”kata Menko Polhukam.

Menteri Agama, Lukman Hakim Syarifuddin Menyampaikan penghargaan kepada Menko Polhukam karena telah memfasilitasi pertemuan ini. Menurutnya, pertemuan ini sangat penting dan strategis dalam silaturahim, namun juga silatulfikri yaitu mempertemukan pandangan, pola pikir dan pemahaman bersama.

Lukman mengatakan, keragaman hidup barang baru untuk masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kemajemukan, keragaman, dan heterogenitas bukan barang yang asing.

“Persoalannya adalah bagaimana menyikapi keragaman terkait. Dalam melihat keragaman dan kemajemukan, marilah lebih mengedapankan rahmat, karena merupakan esensi agama Islam. Banyak sekali ajaran agama Islam yang menekankan bahwa rahmat itu adalah merupakan kebajikan dan hal positif. Oleh karena itu, keragaman dan kemajukah bisa dilihat di sisi perspektif rahmatnya, ”katanya. *


Berita Terkait

No comment for Akhirnya!! GP Ansor Sesalkan Insiden Pembakaran Bendera Berlafadz Tauhid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.