Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Ratusan Eks Karyawan PT. Merpati Nusantara Airlines Gelar Aksi Minta Perusahaan Dapat Beroperasi Kembali

Ratusan Eks Karyawan PT. Merpati Nusantara Airlines Gelar Aksi Minta Perusahaan Dapat Beroperasi Kembali

(250 Views) November 12, 2018 12:37 pm | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM — Ratusan eks karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) melakukan aksi Demo di depan gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jl. Arjuna Surabaya. Senin (12/11/2018). Mereka berorasi mengharap mejelis hakim yang menangani perkara PKPU/Pilit PT. MNA tidak mempailitkan perusahaan itu agar dapat beroperasi kembali.

“Karyawan mengharapkan diputuskan tidak pailit, walaupun hal tersebut juga merupakan
pil pahit untuk exs Karyawan, namun setidak-tidaknya masih ada secercah harapan Utang Pesangon
dapat dibayarkan.” Kata salah seorang koordinator aksi, Agus Slamet Budiman.

Kini, eks karyawan tersebut menanti keputusan perkara nomer: 04/Pdt.sus-PKPU/2018/PN. Niaga Surabaya, yang jatuh pada Rabu, 14 Nopember 2018.

Dalam orasinya Agus mengatakan, seperti dalam pepatah “bagaikan disuguhi Nasi jika dimakan emak mati, tidak dimakan Bapak Mati.” Pepatah itu menggambarkan kondisi eks karyawan PT. MNA yang dilanda dilema.

“Jika diputus Homologasi (pengesahan hakim) harus menunggu Grace periode 3 tahun dan dicicil 6 tahun tapi masih ada harapan untuk dibayar, namun jika diputuskan penolakan Homologasi maka jatuhnya akan pailit, tentunya semakin membuat sengsara ribuan eks karyawan yang dipastikan akan tidak mendapatkan hak atas pesangonnya,” ujar Agus dalam orasinya.

Agus menilai, utang Merpati 10,6 Trilyun sedangkan asetnya kurang dari 1 Trilyun “itu pun aset yang ada telah dijaminkan kepada pihak Bank Mandiri, PT.perusahaan pengelola Aset dan Kementrian Keuangan.” Paparnya.

Masih dalam Orasinya,”perusahaan diputuskan pailit kewajiban pembayaran hak normatif eks karyawan dengan total 317 Miliar akan menjadi Surat pengakuan Utang yang dipajang didinding Rumah,karena secara teoritis perusahaan tidak memiliki aset untuk dapat di bayarkan kepada eks karyawannya,sungguh akan tragis, nasib eks karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) selaku perusahaan Milik Negara.” Kata Agus.

Lain lagi dengan pernyataan MZ Hardinata sebagai perwakilan eks karyawan menuntut pihak Merpati Airlines prinsipnya para eks karywan, Itu tidak anti merpati terbang lagi, Tapi mohon hak-haknya seperti dalam surat pengakuan hutang company SPU diselesaikan dulu.

“sudah ada investor siap suntik 6.4T dalam 2 tahun, tetapi kenapa para eks karyawan hanya dijanjikan akan dibayar dalam kurun waktu 9 tahun” ucap MZ Hardinata.

Sebelumnya, MZ Hardinata menolak proposal perdamaian yang dilakukan. Sebab total untuk SPU kurang dari 500 miliar atau sekitar 350 miliar. “Jadi kami percayakan proses hukumnya berlangsung berlanjut.”paparnya.

Sementara, Humas Pengadilan Negeri PN Surabaya Sigit Sutriono menyatakan. Perkara PKPU ini merupakan proses dari perkara Kepailitan. Jika saat proses PKPU ini tidak ada perdamian, maka PT Merpati Nusantara Airlines dinyatakan Pailit.

Namun, untuk ditetapkan sebagai perusahaan yang pailit, menurut Sigit, ada persyaratan yang harus dilalui oleh para kreditur, salah satunya diatur dalam pasal 281 tentang PKPU.

“Pada saat rapat itu dihadiri Setengah dari kreditur konkuren yang haknya diakui atau sementara diakui [dan] harus disetujui 2/3 dari total tagihan yang akui” ujar Sigit.

Selain itu, Sigit menambahkan. Rapat perdamaian Harus dihadiri oleh separuh dari jumlah kreditur separatis.

“Rencana perdamaian dapat diterima berdasarkan lebih dari setengah atau 1/2, jumlah dari kreditur yang piutangnya dijamin dengan Gadai jaminan fidusia, hak tanggungan, hipotik atau hak agunan atas kebendaan lainnya yang hadir dan mewakili paling sedikit 2/3 bagian dari seluruh tagihan kreditur tersebut” tandasnya.@ [Jun].


Berita Terkait

No comment for Ratusan Eks Karyawan PT. Merpati Nusantara Airlines Gelar Aksi Minta Perusahaan Dapat Beroperasi Kembali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.