Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Kalau PT. Merpati Pailit Kementrian BUMN Dinilai Gagal Dalam Rezim Ini

Kalau PT. Merpati Pailit Kementrian BUMN Dinilai Gagal Dalam Rezim Ini

(137 Views) November 14, 2018 4:08 am | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM — Ratusan eks karyawan PT. Merpati Nusantara Airlines (PT.MNA) kembali menduduki Gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Mereka menggelar aksi damai dan memberikan dukungan moril pada majelis hakim agar dalam agenda sidang putusan nanti PT. MNA tidak dinyatakan pailit.

“Berikan kesempatan Merpati hidup untuk beroperasi kembali dan terbang tinggi” orasi koordinator aksi, Agus Slamet Budiman, Rabu (14/11/2018).

Masih orasi Agus, pihaknya menilai apa bila nanti PT. MNA dinyatakan Pailit, karena tidak ditemukannya perdamaian saat rapat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), Maka yang patut dipersalahkan adalah Kementrian BUMN, Khusunya Menteri Rini Soemarno, karena telah gagal menyelamatkan dua BUMN.

“Kegagalan menteri Rini Soemarno, membiarkan dua BUMN PT. Kertas Leces dan PT. MNA (Persero) dipailitkan. Hal itu belum pernah dilakukan oleh rezim pemerintah sebelumnya” Kata Agus.

Pernyataan Agus, didasarkan pada tindakan kementrian keuangan selaku kreditur separatis terbesar telah menolak perdamaian, sehingga besar kemungkinan PT Merpati Airlines akan dinyatakan pailit.

“Merpati tidak boleh pailit, beri kesempatan untuk hidup dan melunasi utang serta kewajibannya” imbuh Agus.

Hari ini,Rabu (14/11/2018) ratusan eks karyawan PT. MNA itu menunggu putusan sidang PKPU Nomer:04/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga.Sby yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sebelumnya, pihak merpati mengkalim telah mendapat suntikan dana sebesar Rp. 6,4 Triliun. Dana tersebut rencananya akan dipergunakan untuk menghidupkan kembali PT. MNA agar dapat beroperasi lagi.@ [Jun].


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Kalau PT. Merpati Pailit Kementrian BUMN Dinilai Gagal Dalam Rezim Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.