Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Notaris Agatha Divonis 1 Tahun, JPU Tempuh Upaya Hukum Banding

Notaris Agatha Divonis 1 Tahun, JPU Tempuh Upaya Hukum Banding

(250 Views) November 15, 2018 2:12 pm | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM — Vonis 1 tahun penjara yang dijatuhkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terhadap Notaris Agatha Henny Asmania langsung disambut upaya hukum oleh Kejati Jatim.

Amar putusan vonis yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Dwi Winarko pada Rabu (14/11) kemarin dianggap terlalu ringan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rachmat Hari Basuki, yang sebelumnya menjatuhkan tuntutan 3,5 tahun penjara pada terdakwa kasus pemalsuan surat tersebut.

Jaksa yang bertugas di Kejati Jatim ini langsung beraksi, dengan spontanitas menyatakan melakukan perlawanan.

“Karena putusannya kurang 2/3 dari tuntutan kami, makanya kami langsung nyatakan banding,”kata Jaksa Rachmat Hari Basuki (15/11).

Tak hanya pada vonis Agatha saja, Pria yang akrab dipanggil Hari Basuki ini mengaku juga melakukan upaya hukum banding terhadap vonis ringan yang dijatuhkan pada terdakwa lain dalam berkas terpisah, mereka adalah Nafsijah, Munandar alias Bagong dan Sudjoko Moch Anton.

Dalam amar vonisnya, Nafsijah dihukum 7 bulan dengan masa percobaan 1 tahun, sedangkan Munandar alias Bagong dan Sudjoko Moch Anton divonis 1 tahun penjara.

“Kami juga nyatakan banding atas putusan tiga terdakwa tersebut,”ujar Hari Basuki.

Awal mula perkara pemalsuan ini berawal saat ahli waris dari Saripin (alm) menuntut obyek tanah di jalan Kenjeran Nomer 337-339 Surabaya, dengan bermodalkan lansiran petok-D nomer 1166.

Belakangan dieketahui, obyek tanah tersebut telah terbit sertifikat Hak Milik (SHM) Nomer 90 dan 91 atas nama Taher Gunadi dan Herlani Sumaharjana.

Ahli waris Saripin cs merasa tanah tersebut tidak pernah dialihkan atau dijual belikan pada orang lain, sehingga mereka berusaha merebut kembali obyek tanah yang diketahui dikuasai oleh seseorang bernama Kwan Tat (Edy) dan Boen Liang.

Untuk menguatkan pernyataan itu, para Ahli waris Saripin cs akhirnya membuat surat pernyataan yang pada intinya tidak pernah mengetahui adanya peralihan hak akan obyek tanah yang dimaksud.

Pernyataan para ahli waris Saripin Cs itu akhirnya dilegisasi oleh Notaris Agatha Henny Asmania Sipa tertanggal 16 Pebruari 2015 dengan nomor 641/AHS/L/N/II/2015.

Produk buatan Notaris Agatha itu lalu dijadikan dasar oleh para ahli waris Saripin cs, untuk melayangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN), tujuannya adalah untuk membatalkan sertifikat nomer 90 dan 91 yang mereka anggap cacat administrasi.

Segala hal urusan pembiayaan dalam upaya merebut obyek tanah itu disepakati didanai oleh Sudjoko Muhammad Anton. Hal itu diketahui melalui surat dakwaan yang dibacakan JPU pada Notaris Agatha Henny Asmania Sipa.

Legisasi Notaris Agatha ini lah yang diperkarakan oleh pemilik SHM Nomer 90 dan 91, Terdakwa (Notaris Agatha) di seret ke pengadilan karena telah melegalisasi surat pernyataan yang isinya dianggap tidak benar.

Sebelum diadili, Notaris Agatha sempat daporkan ke polisi. Namun laporan itu bukan dilakukan oleh korban yang dirugikan melainkan dilaporkan oleh seseorang bernama Harijono. Ia mengaku mendapat kuasa dari korban untuk melakukan pelaporan.

Oleh JPU, Notaris Agatha Henny Asmania Sipa di dakwa dengan dakwaan melanggar pasal 263 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tentang pemalsuan atau turut serta melakukan pemalsuan.@ [Jn].


Berita Terkait

Tags:
Categorised in:

No comment for Notaris Agatha Divonis 1 Tahun, JPU Tempuh Upaya Hukum Banding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.