Menu Click to open Menus
Home » Daerah » “FGD Perencanaan Penataan Perdagangan Kabupaten Madiun 2018 “

“FGD Perencanaan Penataan Perdagangan Kabupaten Madiun 2018 “

(50 Views) Desember 2, 2018 10:49 am | Published by | No comment

 

 

Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda, Alviantoro, S.STP, MH didampingi narasumber dari PKK-SSP Unibraw Malang membuka acara FGD (Forum Group Discussion).

AWASNEWS.COM, Madiun – Dalam rangka menunjang perencanaan pembangunan bidang ekonomi di Kabupaten Madiun khususnya dalam hal Perencanaan Pengembangan beberapa kawasan Perdagangan. Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengadakan Forum Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Utama Bappeda Mejayan Kabupaten Madiun, Senin (26/11/18).

Adapun peserta berasal dari, perwakilan Disperdagkop dan UM, Dinas PUPR, Bagian Perekonomian, Kecamatan Mejayan, Kecamatan Jiwan, Kecamatan Dolopo, Bidang IPW Bappeda, Bidang Sosbud Bappeda, Bidang Litbang Bappeda, serta Tim Bidang Eko dan SDA Bappeda. Untuk narasumber dari Pusat Kajian Kinerja dan Strategis Sektor Publik (PKK-SSP) Fakultas Ilmu Administrasi (Rispa Ngindana, SAP, MAP), Unibraw Malang. Acara dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda, Alviantoro, S.STP, MH.

Tujuan diadakan diskusi adalah, dalam rangka menunjang Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi di Kabupaten Madiun khususnya dalam hal Pengembangan beberapa kawasan Perdagangan di 3 (tiga) Kecamatan yaitu, Mejayan, Jiwan dan Dolopo. Intinya untuk menyempurnakan Draft Dokumen kajian terkait, dengan beberapa ide/saran/gagasan terhadap substansi kajian yang ada

.
Kabid Ekonomi dan SDA Alvian mengatakan,” terkait dengan kegiatan FGD Perencanaan Penataan Perdagangan khususnya di Kabupaten Madiun merupakan laporan awal, nantinya dibagi 3 (tiga) kawasan yaitu, Utara ditopang pasar sayur dan pasar Mejayan Baru, untuk Tengah ditopang pasar Sambirejo dan kawasan Selatan di topang pasar Dolopo, dari akses ke tiga pasar tersebut nantinya akan diketahui sejauh mana daya dukung perputaran uang di kawasan masing-masing wilayah,” terangnya.

Lanjut Kabid Alvian,” perlu diketahui pola perdagangan yang dikembangkan untuk mensikronkan visi misi Kabupaten Madiun, Aman, Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak, dimana untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Untuk outputnya sendiri ada dokumen pemetaan perdagangan yang mana tidak hanya sebatas di Bappeda, tapi bisa dipergunakan oleh perangkat daerah lain untuk mengembangkan kawasan- kawasan ataupun perdagangan-perdagangan di Kabupaten Madiun,” jelasnya.

Adanya dokumen pemetaan perdagangan ini nanti diharapkan ada kajian-kajian selanjutnya di Kabupaten Madiun, kajian yang berkelanjutan (Sustainable),” serta masukan yang perlu diakomodir bagaimana pengembangan yang ada di Dungus, pasar Dungus jadi pasar wisata nantinya untuk menopang kawasan yang ada di Agroforestry Karangwungu (Kare, Gemarang, Wungu) mengarah ke pasar wisata dan pengembangannya darimana suply pasar wisata ini,” ujarnya.

Kabid Alvian menambahkan,” kesimpulannya bagaimana pengembangan yang ada di Dolopo dan Dungus, untuk terminal ham nantinya akan dikembangkan apa di stasiun Caruban apa stasiun Babadan juga belum signifikan serta sinergisitas peran para stakeholder baik dari perangkat daerah atau stakeholder pemanfaatan perdagangan atau pelaku perdagangan itu. Dengan harapan perdagangan di Kabupaten Madiun menjadi Perdagangan Mandiri, perdagangan yang bisa mensuply semua elemen masyarakat khususnya di Kabupaten Madiun dan umumnya yang ada diseputaran Pawitandirogo,” pungkasnya. (Ben).


Categorised in:

No comment for “FGD Perencanaan Penataan Perdagangan Kabupaten Madiun 2018 “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.