Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Ketua DPD Golkar Bali, I Ketut Sudikerta Disebut Sebagai Otak Kasus Penipuan Jual Beli Tanah Di Pecatu

Ketua DPD Golkar Bali, I Ketut Sudikerta Disebut Sebagai Otak Kasus Penipuan Jual Beli Tanah Di Pecatu

(71 Views) Desember 3, 2018 4:38 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Ketua DPD partai Golkar Bali, yang juga mantan Wakil Bupati Badung, I Ketut Sudikerta disebut sebagai salah satu otak kasus penipuan jual beli tanah di Pecatu, Kuta Selatan.

Penegasan itu diutarakan Ditreskrimsus Polda Bali, Kombespol Yuliarkus Nugroho. Menurutnya, dari hasil gelar perkara pada Jum’at, 30 September 2018 lalu. Penyidik menemukan keterlibatan Sudikerta.

“Dari mulai pembelian tanah, memalsukan sertifikat hingga membagi-bagikan hasil penjualan tanah sebesar Rp 150 miliar kepada 10 rekannya.” Kata Yuliar, dihadapan wartawan, Senin (3/12).

Kombes Yuliar menerangkan, kasus ini bermula tahun 2013 ketika Bos PT Maspion Alim Markus bertemu dengan Sudikerta (saat itu menjabat Wakil Bupati Badung, red) ingin membeli tanah di Bali.

“Ada dua objek tanah yang ditawarkan Sudikerta ke Maspion, yakni pertama nomor SHM 5048 seluas 38.650 m2 berlokasi di Desa Balangan Pecatu Kuta Selatan. Kedua dengan nomor SHM 16249 seluas 3.300 M2 di Desa Balangan juga,” ujar Kombes Yuliar, Senin (3/12/2018).

Dijelaskan Yuliar, untuk SHM 5048 adalah milik pura, dan SHM 16249 sebelumnya sudah dijual ke PT Dua Kelinci sebesar Rp 16 miliar.

Dalam perkara ini, Ali Markus mengklaim telah mengalami kerugian mencapai Rp. 150 Miliar.

Bos perusahaan Maspion yang berkantor di Surabaya itu sudah memberikan Rp 150 miliar kepada Sudikerta dkk. Selain itu, Sudikerta disebut sebagai pengendali seluruh proses transaksi dari mulai pembayaran cek dan Bilyet Giro (BG).

“Jadi, Sudikerta yang drop ke beberapa temannya, 150 miliar itu dibagi-bagi. Sementara dokumen sertifikat yang salah satunya palsu sudah dijual ke PT Dua Kelinci,” terangnya.

Nah, dari salah proses didirikannya perusahaan PT Pecatu Gemilang yang sama sekali tidak punya modal. Setelah dana sebesar Rp 150 miliar ditransfer PT Maspion ke Sudikerta, akhirnya dibukalah PT Pecatu Gemilang.

Saat membuka rekening PT Pecatu Gemilang di Bank BCA, tersangka Sudikerta yang saat ini masih menjabat Ketua DPD Golkar Bali dan menjadi caleg tetap DPR RI, hadir di bank dan beberapa saksi lainnya.

“Selain Sudikerta, di sana ada beberapa saksi yakni direktur dan pihak bank dan beberapa saksi lainnya. Cek dan BG Sudikerta yang mengendalikan,” ungkap perwira melati tiga di pundak itu.

Kombes Yuliar kembali menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) untuk mendalami siapa saja yang menerima aliran dana Rp 150 miliar tersebut.

Dari hasil penelusuran ada 10 orang yang diduga kuat menerima aliran dana dari Sudikerta, salah satunya ke oknum pejabat BPN Badung.

“Kami sudah telusuri ada 10 orang yang menerima aliran dana dari Sudikerta, salah satunya ke oknum pejabat BPN Badung,” tegas Kombes Yuliar.@ [sda]


Berita Terkait

No comment for Ketua DPD Golkar Bali, I Ketut Sudikerta Disebut Sebagai Otak Kasus Penipuan Jual Beli Tanah Di Pecatu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.