Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Korban Penggelapan Pasutri Asal Legundi Sebut Pelaku Adalah Tetangganya

Korban Penggelapan Pasutri Asal Legundi Sebut Pelaku Adalah Tetangganya

(79 Views) Desember 4, 2018 9:03 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Setelah sempat tertunda selama seminggu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo akhirnya menghadirkan saksi korban Jayadi, beserta Istrinya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (4/12).

Kehadiran pasutri asal Jl. Legundi Nomer 41-B, Surabaya ini adalah untuk dimintai keterangan terkait kasus penggelapan 3 unit mobil milik mereka yang telah diraibkan oleh tetangganya sendiri, I Wayan Brahmana dan Chichi Prihastini (Pasutri).

“Mereka tetangga kami, kejadiannya yang pertama sebelum tahun baru tanggal 4 Desember 2017, yang kedua akhir Desember, dan yang ketiga akhir April” Kata Jayadi saat memberikan keterangan di hadapan Majelis hakim yang diketuai Agus Hamzah SH.

Dijelaskan Jayadi, awal mula kasus ini saat terdakwa I Wayan Brahmana beserta istrinya Chichi, meminjam 3 unit mobil yang miliknya untuk digunaan sebagai kendaraan operasional perusahaan.

Tiga unit mobil itu menurut keterangan Jayadi, diserahkan oleh Chichi secara bertahap pada seseorang bernama Kurniawan (DPO), yang disebut Chichi sebagai rekan kerjanya di perusahaan PT. Sinar Mandiri.

“Dia bilang mobilnya dipakai untuk kerja, di pakai managernya yang bernama Kurniawan” terang Jayadi.

Dari tiga unit mobil yang digelapkan oleh pasangan suami istri ini, salahsatunya diakui terdakwa pernah digunakan oleh keluarganya untuk merayakan tahun baru.

“Alasan peetamanya [saat meminjam] dipakai keluarga ke Terawas, Mojokerto. Katanya untuk tahun baruan” beber Jayadi.

Saat jatuh tempo pengembalian unit, yakni pada tanggal 14 juli 2018. Pelaku dengan berbagai alasan mengatakan, bahwa mobil-mobil itu akan dikembalikan langsung oleh Kurniawan.

Setelah itu, pasutri tersebut sulit dihubungi oleh korban, bahkan mereka diketahui telah pindah domisili ke Bali. Karena tidak ada itikad baik. Korban akhirnya melaporkan pelaku pada Polisi. Atas kejadian tersebut, korban mengklaim telah dirugikan oleh korban sebesar Rp. 340 Juta Rupiah.

Perkara penggelapan itu akhirnya masuk keranah hukum pengadilan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo, mendakwa mereka dengan dakwaan melanggar Pasal 372 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tentang tindak pidana penggelapan atau turut serta melakukan penggelapan.

Atas perbuatannya. pasutri asal Jl. Legundi 25 A, Surabaya itu terancam hukuman 4 tahun penjara.@ [Jn]


Berita Terkait

No comment for Korban Penggelapan Pasutri Asal Legundi Sebut Pelaku Adalah Tetangganya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.