Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Terungkap!! Begini Modus Cuci Uang Yang Dilakukan Bandar Sabu

Terungkap!! Begini Modus Cuci Uang Yang Dilakukan Bandar Sabu

(44 Views) Desember 6, 2018 5:22 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso menghadirkan Vandesa, sebagai saksi dalam sidang kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan transaksi narkoba, di PN-Surabaya. kamis (06/12/2018).

Vandesa merupakan adik ipar dari Leni Nuraini, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang telah bekerja selama 10 tahun di Taiwan.

Kehadiran Vandesa dalam perkara ini adalah untuk dimintai keterangan terkait kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atau money loundry yang menyeret Adiwijaya sebagai terdakwa dikursi pesakitan.

Pria yang tinggal di Jalan Mulyosari Utara No. 45, Surabaya itu ditangkap BNN karena mengelola uang hasil transaksi para bandar narkoba.

Ulah Adiwijaya terbongkar setelah BNN menangkap seorang bandar bernama Juvictor Indraguna alias Viktor Indraguna pada 4 Maret 2017 lalu dengan barang bukti 8,4 Kg narkotika jenis sabu.

Dari sana, BNN berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran uang transaksi narkoba yang dilakukan jaringan tersebut.

Untuk mengelabui otoritas keuangan, Adiwijaya membuka usaha money changer serta perusahaan emas dan tembaga atas pesanan seseorang.

Padahal, perusahaan itu hanya sebagai kedok untuk mengelola uang para bandar narkoba.

Uang-uang dari para bandar yang masuk ke Adiwijaya ditransaksikan seolah-olah sebagai transaksi uang hasil jual beli emas dan tembaga. Bahkan untuk meyakinkan otoritas keuangan, Adiwjaya membeli sejumlah kepingan emas dan tembaga asli bersertifikat.

Menurut saksi Vandesa, bahwa pada tahun 2017 sampai dengan Maret 2018. Kakak Iparnya (Leni), meminta bantuannya untuk mentransfer sejumlah uang yang menurutnya uang tersebut adalah milik dari para TKW.

“Biasanya sekali transfer Rp.20 sampai 30 juta. Ketika uang ini dikirim, bukan langsung kerening saya tapi dikirim lewat Adiwijaya. Kemudian Adiwijya mentransfer ke saya,”ucap saksi dihadapan hakim ketua Pujo Saksono.

Dilanjutkan saksi, uang-uang itu kemudian ia transfer ke rekening dari masing-masing data yang telah ditentukan Leni kepadanya melalui sebuah pesan singkat via Whatsaap.

“Biasanya setiap pembagian paling banyak 40 orang. Pengiriman kolektif ini untuk menghemat ongkos pengiriman juga.”kata dia.

Selain itu, Vandesa menambahkan. Leni telah bekerja sebagai TKW di Taiwan selama10 tahun. Namun Ia tidak  beritahu  dibidang apa kakak iparnya itu bekerja.

“Leni menggunakan KTP sementara. Karena sudah menjadi TKW lama Leni mendapat SK Disnaker.” Imbuhnya.

Sidang yang menyeret Adiwijaya sebagai terdakwa TPPU hasil transaksi Narkoba bermodus TKW tersebut, sudah menyeret sejumlah orang utuk diminta menjadi saksi dalam persidangan

Bahkan satu saksi yang bernama Tamia Tirta Anastasya alias Sunny Edward, dipakai sebagai kaki tangan Ali Akbar Sarlak, bandar narkoba asal Iran yang telah dijatuhi hukuman seumur hidup, dengan memakai rekeningnya sebagai salah satu bunker uang hasil haram.

Tamia sempat membantah tudingan itu, dan mengatakan tidak tau menahu akan pengelolaan uang hasil kejahatan yang dilakukan Adiwijaya. Setau dia rekeningnya tersebut digunakan oleh kekasihnya Ali Akbar Sarlak.

Namun salah seorang saksi lain yakni Lisan Bahar menerangkan pada sidang minggu lalu, bahwa ada mutasi antara rekening Tamia dengan PT Purnama Cahaya sebesar Rp 9.046 miliar dan Rp 900 juta.

Juga terdapat mutasi kerekening PT Global Surya Alience, Sebesar Rp 2.675 miliar, dan ke PT Platinum sebesar Rp 1.8 miliar.

Dalam pengakuannya, Lisan Bahar mengatakan. Bahwa semua mutasi rekening yang dia dapat dari Sunny Edward tersebut, adalah uang dari hasil bisnis narkoba.@ [Jn]


Berita Terkait

Tags: , , ,
Categorised in:

No comment for Terungkap!! Begini Modus Cuci Uang Yang Dilakukan Bandar Sabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.