Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » PBH Adalah Ujung Tombak Peradi

PBH Adalah Ujung Tombak Peradi

(58 Views) Desember 16, 2018 1:57 am | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM — Ujung tombak Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) bertumpu pada salah satu organ yang ada didalamnya. Diantaranya ialah bidang Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi.

Pernyataan itu diungkap oleh ketua DPC Peradi Surabaya Haryanto, saat memberikan sambutan disela-sela Rapat Kerja (Raker) PBH Peradi Surabaya, yang digelar di Villa Bromo 142, Prigen, Pasuruan, Jawatimur. Sabtu (15/12).

“Ujung tombak Peradi berada pada PBH nya, kalau PBH nya kencang hal itu akan mendongkrak nilai Peradi “kata dia.

Menurut Haryanto. Saat ini telah terbentuk 85 PBH diseluruh cabang Peradi yang ada Indonesia. Untuk itu, Kinerja dari PBH harus ditopang dengan SDM dan etika sosial yang profesional.

“Kadang-kadang kita SDM nya bagus tapi sosialnya kurang. Untuk itu dibutuhkan anggota yang memiliki SDM dan etika profesi yang mumpuni” paparnya.

Haryanto menghimbau pada segenap anggota PBH, bahwa dalam setiap kepengurusan organisasi. Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah, perbedaan tersebut harus disikapi dengan bijak agar tidak terjadi perpecahan.

“Keberagaman dalam pendapat itu adalah anugrah yang perlu disukuri, saya sebagai ketua dikritik malah semakin senang,” tuturnya.

Dari data yang dihimpun, terdapat 7.000 kasus yang setiap bulan ditangani oleh Pengadilan Negeri Surabaya. Untuk itu, kata dia. Peran dari PBH harus benar-benar optimal.

Haryanto juga mengharap agar pihak pengadilan dapat membangun kemitraan dengan organisasi advokat terbesar di Indonesia ini. Hal itu menurut dia supaya msyarakat yang tidak mampu mendapat pembelaan hukum yang maksimal.

“Satu bulan PN Surabaya menangani 7.000 kasus, sehingga sangat perlu untuk membangun kerjasama dengan Peradi”Paparnya.

Sejak era kepemimpinannya, Haryanto menyatakan telah melakukan evaluasi didalam tubuh Peradi. Khususnya bagi PBH agar fokus pada penanganan hukum bagi masyarakat yang tidak mampu.

Sebelumya, DPC Peradi Surabaya telah membangun kerjasama pendampingan hukum gratis (Probono) dengan pemerintah Kota, namun menurut Haryanto. Kerjasama tersebut kurang efektif, sebab yang dimaksud probono adalah pendampingan hukum bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Karena undang-undang Advokat, undang-undang bantuan hukum. Probono itu ditujukan pada masyarakat yang tidak mampu saja, bukan penguasa bukan yang punya duit” tandasnya.@ [Jun]


Berita Terkait

No comment for PBH Adalah Ujung Tombak Peradi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.