Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Diskusi RADPG Penanggulangan Stunting Kabupaten Madiun 2018

Diskusi RADPG Penanggulangan Stunting Kabupaten Madiun 2018

(49 Views) Desember 18, 2018 2:39 pm | Published by | No comment
Spread the love

Kabid Ekonomi dan SDL Bappeda membuka diskusi RADPG didampingi narasumber dari Dinkes dan Camat Pilangkenceng.


AWASNEWS.COM, Madiun – Menindak lanjuti isu nasional Stunting di Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun mengadakan diskusi bersama atau Forum Group Discussion (FGD) tentang Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) terhadap pengurangan dan pencegahan angka Stunting Kabupaten Madiun melalui pemberdayaan kader-kader di tiap-tiap Kecamatan, salah satunya Kecamatan Pilangkenceng pada, Senin (4/12/18).

Hadir pada acara FGD tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda, Alviantoro, S.STP, MH yang sekaligus membuka acara diskusi RADPG yang di dampingi perwakilan dari Dinas Kesehatan sekaligus narasumber, Camat Pilangkenceng Kabupaten Madiun, serta para peserta diskusi yang terdiri dari para perangkat desa atau yang mewakili sebanyak empat belas (14) orang.

Kabid Ekonomi dan SDA Alvian dalam sambutannya menyampaikan,” acara ini terkait RADPG Kabupaten Madiun Tahun 2018, dimana ini pertama kalinya FGD diadakan di wilayah dengan tema Stunting, bahwa stunting saat ini merupakan isu Nasional. Untuk itu Presiden RI Joko Widodo bersama tim dari Bank Dunia sangat konsen terhadap isu stunting di Indonesia,” katanya.

” Stunting yang ada di Indonesia disebabkan beberapa hal diantaranya, Pola hidup masyarakat, Adanya gizi buruk, dan Pengetahuan terhadap ilmu terkait kesehatan. Untuk itu saya berharap semua yang ada di wilayah dan khususnya pemangku wilayah untuk dapatnya menekan angka stunting yang ada di wilayah Kecamatan Pilangkenceng, dengan merubah mindset pada masyarakat, sehingga masyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat,” terangnya.

Kabid Alvian menambahkan,” bagaimana adanya integrasi kinerja dari kita semua, dimana RADPG ini bukan hanya khususnya kesehatan saja. RADPG ini mengintegrasikan beberapa perangkat daerah diantaranya, Tim Penggerak PKK Kabupaten, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop dan UM), Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat sampai nantinya tidak kita sangka-sangka Dinas Kesbangpoldagri masuk dalam RADPG,” ungkapnya.

Lanjut Alvian,” integrasi kinerja terkait penanganan aksi pangan dan gizi daerah yang ada di Kabupaten Madiun saat ini konsen dan menjadi fokus pada program kegiatan yang ada di OPD Pemberdayaan. Dari ADD atau dana desa yang diterima nantinya tidak melulu pada pembangunan infrastruktur, ada beberapa aspek kecuali mandatori yang harus dicukupi dan tidak setiap tahun dana desa melulu di infrastruktur, karena pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini juga sangat dibutuhkan,” jelasnya.

” Jadi pengembangan mindset disini tidak hanya masyarakat selaku sasaran dari program kegiatan yang ada pada pemerintahan, akan tetapi mindset dari pelaku aparat yang ada di desa yang harus berubah, karena dinamika-dinamika yang terjadi di Indonesia tidak mengharuskan perangkat di desa berperilaku sama dengan dinamika-dinamika diera terdahulu. Oleh karena itu sekarang perlu adanya integrasi kinerja perlu adanya sinergisitas dari aktifitas bersama untuk mengatasi skala prioritas program yang ada di masing-masing desa, karena skala prioritas masing-masing desa tidak sama,” pungkasnya. (Ben).


Categorised in:

No comment for Diskusi RADPG Penanggulangan Stunting Kabupaten Madiun 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.