Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Sampai Dr Bagoes Meninggal, Proses Penyelidikan Kasus P2SEM Disebut Lambat

Sampai Dr Bagoes Meninggal, Proses Penyelidikan Kasus P2SEM Disebut Lambat

(71 Views) Desember 21, 2018 3:45 pm | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM — Penanganan Kasus korupsi P2SEM yang ditangani kejati Jatim dinilai lambat sampai dengan meninggalnya saksi kunci Dr Bagoes Soetjipto, hal itu diungkap praktisi hukum Universitas Airlangga Surabaya I Wayan Titip Sulaksana.

Sejak ditangkapnya Dr. Bagoes pada tahun lalu. Menurut Wayan titip, proses penyelidikan kasus ini stagnan dan tidak ada perkembangan.

“Kasus ini lambat banget, sejak Dr Bagoes ketangkap kasus ini tidak ada perkembangan blas” Ujar Wayan Titip, Jumat (21/12).

Menurut dia, pihak penyidik dianggap kurang kreatif sehingga proses hukum dan penyidikan perkara korupsi ini memuai.

“Kalau diambil KPK nanti marah, nanti kalau dianggap tidak mampu marah lagi” Candanya.

Ditegaskan Wayan Titip, dengan kematian Dr. Bagoes bukan berarti kasus ini akan berhenti. Proses penyelidikannya harus tetap dilanjutkan.

“Masak cuma berhenti di Dr. Bagoes aja, kan mengikuti aliran uangnya. Kalau menurut hukum tentang penyelidikan, yang jelas setelah Dr Bagoes meninggal penyidikannya diteruskan. Karena korupsi itu tidak mungkin pelakunya tunggal. Sekarang tergantung penyidiknya mau ngak? gitu aja” Paparnya.

Bagoes (alm) dalam perkara ini adalah makelar yang menjembatani proposal dari Rudi dan Kurniawan ke Bappemas.

Uang senilai Rp 1,5 miliar dari Bappemas Pemprop Jatim digunakan Bagoes bersama Rudi dan Kurniawan dengan rincian Bagoes mendapat 68,5 persen, Kurniawan Hidayat dan Rudi Setiyono 27,5 persen dan sisanya 4 persen dibagi masing-masing yang punya bendera LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat).

Proposal dibuat dengan cara meminjam LPPM diantaranya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), Sekolah Tinggi Ilmu Tehnik (STIT) dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum YPM Taman Sepanjang untuk memperoleh kucuran dana P2SEM.

Namun pelaksanaannya tidak sesuai dengan program yang ada di proposal. Dari Rp 1,5 miliar tersebut, ada sekitar Rp 1,164 miliar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jumlah inilah yang dinilai sebagai kerugian Negara.

Bagoes Soetjipto Soelyoadikoesoemo, dinyatakan bersalah dan divonis hukuman 7,5 tahun penjara.

Dokter spesialis jantung ini divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya tanpa kehadiran terdakwa alias In Absentia.

Sebelumnya Dr. Bagoes juga sudah divonis tujuh tahun penjara oleh majelis hakim PN Sidoarjo. Bagoes juga dihukum membayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara serta membayar uang pengganti sebesar Rp 298,9 juta subsider 3,5 tahun.@ [Jn].


Berita Terkait

Tags:
Categorised in:

No comment for Sampai Dr Bagoes Meninggal, Proses Penyelidikan Kasus P2SEM Disebut Lambat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.