Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Lima Anggota Geng Sakram Diadili, Ngaku Dihajar Polisi Saat Ditangkap

Lima Anggota Geng Sakram Diadili, Ngaku Dihajar Polisi Saat Ditangkap

(238 Views) Desember 27, 2018 12:08 pm | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM — Lima orang anggota Geng Sakram SB, Imam Safi’i (41), Sadir alias Bejo (56), Hariyono alias Kopral (47), Bambang Suherman (47), dan Dwi Wahyu Wijaksono (36), di dudukkan dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Kamis (27/12).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Sudarsana, mendakwa kelima komplotan itu dengan dakwaaan melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1), ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, tentang pemerasan atau perampasan.

Imam Syafi’i, yang dimintai keterangan pertama dalam persidangan menyatakan. Dia ditangkap oleh Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, pada Mei 2018 di kediamannya di Kediri, Jatim.

“Ditangkap di Ngoro, Kediri, yang masuk kerumah lima orang [anggota Polisi], saya langsung dipekot dan dihajar.” Terang Imam, di hadapan Hakim Ketua Timur Pradoko, Kamis (27/12).

Imam juga mengaku dia dihadiahi timah panas oleh petugas kepolisian setelah ditangkap pada pukul 2:00 dini hari.

“Ditangkapnya jam 2:00 Wib, sorenya ditembak” kata dia.

Geng Sakram merupakan kelompok preman High Clas di wilayah Jatim. Dalam melancarkan aksinya, komplotan ini berkedok jasa pengamanan.

Adapun bidang jasa pengamanan yang dimaksud diantaranya ialah berupa mobil truk milik beberapa perusahaan ekspedisi yang ada di Jawatimur.

Mobil atau truk yang sudah di beckup oleh kelompok ini akan diberi stiker warna Biru bertuliskan Sakram SB.

Stiker tersebut merupakan kode agar sewaktu diperjalanan tidak ganggu oleh kelompok lain maupun Kelompok Sakram di lain daerah.

Sakram didirikan pada tahun 2013 oleh Nur Sarip alias Sarip, namun hal itu dibantah oleh Dwi Wahyu Wijaksono, menurutnya pimpinan geng Sakram SB ialah Sungkono.

Pria asal Probolinggo Jatim itu menegaskan, kelompok Sakram tidak jauh beda dengan kelompok Gajah Oling, yang sama – sama mengklaim berkerja dibidang jasa pengamanan.

“Ketuanya Sungkono, Sakram dengan Gajah Oling sama pak, [bidang Pengamanan]” Ujar Dwi.

Aksi kelompok Sakram terbongkar setelah petugas kepolisian menangkap kelima terdakwa pada Mei 2018. Penangkapan itu atas laporan dari Pemilik PT. Indah Logistik, perusahaan ekspedisi di Surabaya.

Imam Syafi’i, bersama dengan kelompoknya merampas STNK dan buku KIR unit truk milik PT. Indah Logistik dari tangan sopir sewaktu berada di Tuban.

Kelompok itu lalu meminta imbalan Rp. 7 juta rupiah pada PT. Indah Logistik per 6 bulan sekali sebagai upeti untuk jasa kemanan agar tidak diganggu oleh geng Sakram maupun Kelompok lain.@ [tm]


Berita Terkait

Tags: , ,
Categorised in:

No comment for Lima Anggota Geng Sakram Diadili, Ngaku Dihajar Polisi Saat Ditangkap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.