Menu Click to open Menus
Home » Daerah » pembuatan landscape kampung bambu dusun sri penganten Diduga tidak sesuai dengan acuan RAB,

pembuatan landscape kampung bambu dusun sri penganten Diduga tidak sesuai dengan acuan RAB,

(256 Views) Januari 8, 2019 3:51 pm | Published by | No comment
Spread the love

AWAS NEWS.COM – Musi Rawas – Ada ada saja kelakuan para petinggi di Kabupaten Musi Rawas,diduga untuk mencari keuntungan Pribadi melalui sejumlah kegiatan yang menelan anggaran APBD,hingga ratusan juta rupiah, bahkan kali ini melalui kegiatan pembuatan landscape kampung bambu dusun sri penganten Kecamatan Stl Ulu Terawas dari beberapa aitem pekerjaan nya adala
1. Tangga sungai
2. Jalan lingkungan
3. Gapura selamat datang mengunakan ornamen bambu
4. Tiang pedestrian dari bambu
5. Tulisan kampung bambu bahan acrilic, diduga jadi ajang korupsi.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)(BAPAK) Barisan Pemuda Anti Korupsi, Soni mengatakan bahwa Dirinya sangat kecewa dengan program pembuatan landscape kampung bambu dusun sri penganten Kecamatan Stl Ulu Terawas, pasalnya pembangunan tempat wisata tersebut diduga kuat jadi ajang Korupsi para pemilik kuasa.

” Saya bersama tim akan mengumpulkan sejumlah data dan fakta untuk melaporkan kegiatan pembuatan landscape kampung bambu dusun sri penganten ini,yang diduga kuat jadi ajang korupsi,
ole karenanya terlihat dari Dana yang digunakan mencapai Rp 288, juta rupiah sementara pelaksanaanya terkesan dibangun tidak sesuai dengan acuan (RAB)RANCANGAN ANGGARAN BIAYA, bahkan bahan yang digunakan juga terkesan memanfaatkan bahan yang ada disekitar lokasi.

Bukan hanya itu saja pria yang berprofesia sebagai penggiat anti korupsi se indonesia ini juga mengatakan bahwa pembuatan landscape kampung bambu dusun sri pengantenini tidak tepat sasaran dan dianggap hanya buang buang anggaran saja, terlihat dari lokasi yang sangat jauh dijangkau oleh peminat wisata khususnya di Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau juga sekitaranya.

” Saya pikir pekerjaan ini tidak tepat sasaran karena kampung Seri pengatin ini sangat jauh dan trsanportasi untuk menuju ke daerah tersebut juga sangat sulit, bahkan jika menggunakan transportasi umum pun bisa menghabiskan anggaran pribadi yang sangat besar jadi otomatis tempat wisata yang menghabiskan anggaran ratusan juta ini akan mubazir saja nantinya,,” tegasnya.

Untuk itu dengan adanya temuan temuan ini Sony, dirinya bersama tim akan mengumpulkan sejumlah data-data dan fakta dilapangan untuk disampaikan kepada penegak hukum dalam hal ini kejaksaan negeri kota Lubuklinggau, kejati,kejagung dan KPK serta kepolisian untuk dapat segera menindak lanjuti temuan temuan pihaknya terkait pembangunan Kampung Bambu di Dusun Seri Pengantin Kecamatan Stl Ulu Terawas Yang diduga kuat jadi ajang korupsi.

“Kami yakin dari fakta dilapangan saat ini terlihat jelas ada dugaan-Dugaan tindak pidana korupsi, menurut keterangan waraga setempat yang tidakmau disebutkan nanya,saat di mintai keterangan mengatakan bahwa bambu yang digunakan hanya mengambil bambu dari dusun sinila, bukan didatangkan dari luar,maka terlihat dari bahan-bahan yang digunakan sangat tidak sesuai, dimana semestinya bambu tersebut adalah jenis bambu yang luar biasa, yang didatangkan dari luar daerah,kerena jenis bambu yang semestinya di gunakan tidak terdapat di dusun seri pengantin, tapi malah menggunakan bambu yang biasa saja,bambu yang ada di area lokasi dan tidak sesuai dengan rencana,”tutupnya.

Sementara itu terpisah camat Stl Ulu Terawas Saparudi saat dihubungi wartawan awas news.com secara berulang kali melalui via telpon tidak ada jawaban dan di sms pun juga tidak ada jawaban.
(TIM) (EDITOR * ANDI LEDY)


This post was written by Andi Lady
About

Andiledy lahir581988lubuklinggausumsel

Categorised in: ,

No comment for pembuatan landscape kampung bambu dusun sri penganten Diduga tidak sesuai dengan acuan RAB,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.