Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Kasus Penyebaran Hoax Saidah Saleh Syamlan, Karyawan Ini Sebut Dijemput Paksa Polisi

Kasus Penyebaran Hoax Saidah Saleh Syamlan, Karyawan Ini Sebut Dijemput Paksa Polisi

(57 Views) Januari 14, 2019 12:55 pm | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM-Salah seorang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roginta, mengaku di jemput paksa oleh Polisi saat akan di BAP terkait perkara penyebaran berita (Hoax) atau UU ITE yang menjerat majikannya, Saidah Saleh Syamlan (53).

Pernyataan itu ia ungkap sewaktu memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (14/1).

“Waktu itu saya di jemput paksa di kos saya.”kata Hasanah, dihadapan majelis hakim yang diketuai Isjuaedi.

Keterangan dari Hasanah tersebut memantik reaksi hakim Isjuaedi untuk menggali lebih dalam tentang penyebutan dijemput paksa yang diutarakan oleh saksi.

Isjuaedi balik bertanya pada Hasanah apakah saat itu dia diseret, atau diborgol oleh Polisi. Hasanah menjawab ‘tidak’.

“Kalau begitu ya nggak dipaksa. ” kata hakim Isjuaedi.

Terkait keterangan yang diberikan oleh saksi di BAP, saksi Hasanah mengaku banyak yang lupa dan keberatan karena tidak cocok. Padahal sebelum menanda tangani keterangannya di dalam BAP kepolisian, dirinya telah membaca dan memahami kemudian tanda tangan.

“Kamu sudah baca belum ? Sudah paham keterangan yang kamu berikan di hadapan penyidik ? Ini kamu sudah tanda tangan lho. Berarti kamu sudah setuju dan paham. ” tanya hakim

Saksi Hasanah kemudian membenarkan pertanyaan hakim tersebut.

Saksi mengaku dirinya sering berhubungan dengan terdakwa untuk kirim gambar melalui pesan whatsapp menggunakan nomer handphone suaminya.

Bahkan saksi sempat mengaku lupa nomer majikannya tersebut ketika ditanya hakim. Setelah dipertegas oleh JPU Roginta, baru saksi mengakui bahwa nomer belakang milik majikannya tersebut 5800.

“Terakhir kali saya ditelfon sama bu Saidah, suruh ngecek nelfon ke nomer miliknya yang sudah mati itu. Saya telfon nggak berdering” kata saksi.

Dikesempatan yang sama, Abdul Azis yang diperiksa sebagai saksi selanjutnya mengatakan, dirinya ada di Jakarta saat mengetahui masalah tersebut ketika di hubungi oleh Adnan, salah seorang karyawan karyawan Bank BNI.

Adnan menginformasikan kepadanya tentang adanya pesan Whatsapp yang masuk kepada Adnan tentang kondisi PT. Pismatex.

“Saya tahunya dari Adnan dari Bank BNI. ” kata Azis yang juga suami terdakwa

Namun, ketika azis mengetahui isi pesan Whatsapp dan nomer pengirim yang dikirim oleh Adnan kepada dirinya malah tidak tahu dan menanyakan ke terdakwa dan disuruh mengecek punya siapa nomer tersebut.

“Saya langsung tanyakan kepada istri (terdakwa) punya siapa nomer itu, istri saya lalu jawab itu nomernya yang sudah di matikan sudah lama. Saya langsung suruh mengecek ke Grapari di Jakarta nomer itu siapa yang menggunakan. ” jelas Azis

Saksi Azis setelah mengetahui bahwa itu adalah nomer telefon istrinya, ia langsung bereaksi bahwa dia beserta istrinya telah di fitnah.

Hakim Isjuaedi, kemudian menanyakan kepada saksi mengapa dirinya merasa di fitnah.

“Ya, itukan nomer istri saya. Konten dalam WA mengatakan kondisi Pismatex turun. Saya tak percaya istri saya lakukan itu. ” pungkas Azis.

Saidah Saleh Syamlan, dalam perkara didakwa telah melakukan penyebaran berita hoak melalui pesan singkat via Whatsaap tentang kondisi PT. Pismatex yang disebutkan seolah-olah sedang kolaps.

Jamal, owner PT. Pismatex tidak terima dengan perbuatan Saidah, sehingga melaporkannya pada kepolisian Polda Jatim.

Setelah melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan alat bukti, penyidik Polda Jatim akhirnya menetapkan Saidah Saleh Syamlan sebagai tersangka.

Perkerasan hoax itu kemudian bergulir ke meja hijau, Oleh Jaksa, Saidah didakwa menggunakan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor : 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.@ [Jun]


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Kasus Penyebaran Hoax Saidah Saleh Syamlan, Karyawan Ini Sebut Dijemput Paksa Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.