Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Notaris Ini Bingung Saat Jadi Saksi Kasus Penyerobotan

Notaris Ini Bingung Saat Jadi Saksi Kasus Penyerobotan

(102 Views) Januari 29, 2019 5:21 pm | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM-Notaris Eny Wahyuni terlihat kebingungan saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Surabaya, pada kasus pengerusakan yang dilakukan terdakwa Mat Hori alias Mat Jepang (61).

Hal itu terlihat dari jawaban Eny sewaktu ditanya hakim ketua Maxi Sigarlaki tentang jumlah luas pada akte perjanjian sewa menyewa produk buatannya.

“Kurang lebih seribu atau berapa gitu loh pak,Hanya tertulis Sebidang tanah” kata Eny Wahyuni, di ruang sidang PN Surabaya, Selasa (29/1).

Akte sewa menyewa yang dimaksud hakim Maxi ialah akte Nomer 34 dan akte No. 35, terkait sewa menyewa lahan antara Sie Probowahyudi dengan Bambang Sudarmaji.

Sedangkan obyek lahan yang disewakan adalah SHM Nomer 2404 atas nama Hj. Fauna.

Produk akte buatan Notaris Eny tersebut memuat dua orang yang mempunyai hak kepemilikan dalam obyek lahan yang sama, diantaranya adalah Bambang Sudarmaji dan Hj. Fauna.

Hal itu juga sempat ditanyakan oleh tim kuasa hukum dari Mat Jepang, namun notaris Eny menjawab dengan diplomatis bahwa akte tersebut dibuat sesuai dengan dokumen yang ia terima dari para pihak yang membuat perjanjian.

“Saya membuatnya sesuai dokumen yang diserahkan.” Kata Notaris yang berkantor di Kertajaya IX C No.40 A, Surabya ini.

Eny Wahyuni juga mengaku saat membuat akte itu dia hanya menerima dokumen Copy bukan dokumen asli.

Dokumen Copy yang dimaksud ialah putusan pengadilan yang menyatakan bahwa Sudarmaji memenangkan perkara sengketa perdata atas Tony Wijaya terkait obyek SHM No. 2404 atas nama Hj. Fauna.

Menurut Sie Probowahyudi, Tony Wijaya merupakan pihak pembeli ke dua dari obyek SHM Nomer 2404 setelah Bambang Sudarmaji.

Antara Bambang Sudarmaji dan Tony Wijaya sempat berselisih terkait hak kepemilikan tanah obyek SHM Nomer 2404 atas nama Hj Fauna.

Perselisihan itu lalu berimplikasi gugatan di Pengadilan, dan dimenangkan oleh Bambang Sudarmaji.

“Pak Sudarmaji menang dalam gugatan” kata Probowahyudi.

Sementara dalam kasus ini, Mat Jepang merupakan terdakwa yang melakukan pengerusakan dan penyerobotan atas properti dan tanah yang disewa oleh Sie Probowahyudi pada Bambang Sudarmaji.

Sie Probowahyudi mengklaim telah menyewa lahan itu hingga tahun 2053 dengan nilai sewa sebesar Rp. 2,5 miliar.

Sebelum masa kontraknya habis, Mat Jepang melakukan pengerusakan dan dituding menyerobot lahan dari yang disewa oleh Sie Probowahyudi.

Kasus penyerobotan dan pengerusakan itu dilakukan terdakwa pada tahun 2013, namun baru dilaporkan oleh saksi korban (Sie Probowahyudi,red) pada tahun 2017.@ [Jun]


Berita Terkait

No comment for Notaris Ini Bingung Saat Jadi Saksi Kasus Penyerobotan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.