Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Abaikan Fakta Hukum, Oknum Penyidik Polresta Denpasar Dilaporkan Ke Divpropam

Abaikan Fakta Hukum, Oknum Penyidik Polresta Denpasar Dilaporkan Ke Divpropam

(96 Views) Februari 6, 2019 8:50 am | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM – Imade Kembir (56), warga jalan Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Melaporkan kinerja oknum penyidik Polresta Denpasar ke Divpropam Polda Bali, karena dinilai mengabaikan fakta hukum dalam melakukan penyelidikan.

Pernyataan itu diutarakan kuasa hukumnya, Emil Salim sewaktu ikut mendampingi Kembir membuat laporan ke Divpropam, Polda Bali.

“Yang kita laporkan adalah masalah proses penyidikan. penilaian terhadap barang bukti, disini ada ketidak profesionalan karena ada bukti bahwa penyidik mengabaikan fakta hukum.”ujar Salim saat dihubungi, Rabu (6/2).

Menurut Salim, Kembir telah dikriminalisasi dengan cara pandang subyektif yang hanya memuat keterangan dari satu pihak yakni pihak pelapor.

“Yang paling fatal itu penyidik mengabaikan hasil penyidikan, [Penyidik] hanya berasumsi dengan keterangan sepihak saja dari pelapor dan istri pelapor yang nyata nyata berbohong yang nyata-nyata tidak benar dalam memberikan keterangan”kata dia.

Pelaporan yang dilakukan kembir bersama kuasa hukumnya ini adalah buntut dari perkara penipuan dan penggelapan yang dituduhkan oleh I Wayan Suarta pada Kembir pada 2016 silam.

Saat itu kembir dilaporkan melakukan penipuan dan penggelapan atas uang sebesar 110 juta milik Suarta, yang diklaim sebagai uang titipan jual beli tanah.

Laporan tersebut kemudian diproses dan ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian hingga sampai pada persidangan di Pengadilan.

Kembir juga sempat dijemput paksa dalam keadaan dan kondisi sakit oleh Polisi, ia kemudian dijebloskan kedalam tahanan oleh pihak kejaksaan.

Namun saat proses persidangan ditemukan sejumlah fakta melalui saksi dan alat bukti bahwa uang Rp. 110 juta itu bukan merupakan uang titipan jual beli tanah, melainkan uang kongsi untuk membiayai perkara tanah milik Ida Bagus Artana yang waktu itu bersengketa di pengadilan.

“Sebetulnya keterangan yang benar itu adalah keterangan dari kembir dan dikuatkan oleh saksi Wayan Rusna” kata Salim.

Dijelaskan Salim, kongsi tersebut melibatkan tiga orang antara lain Made Kembir, Wayan Rusna, dan Wayan Suarta. Ketiganya menurut Salim sepakat dan bekerjasama untuk membiayai proses sengketa lahan milik Ida Bagus Artana di pengadilan, dengan cara membantu dibidang finansial.

Melalui fakta-fakta tersebut, Majelis hakim pimpinan Wayan Suka Nila membebaskan Kembir dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuli Peladiyanti dan Dewa Lanang tentang tudingan melakukan penipuan.

Dia dinyatakan tidak bersalah dan tidak terbukti melakukan penipuan seperti yang dituduhkan pelapor I Wayan Suarta.

Majelis hakim juga menyatakan, memulihkan hak Made Kembir, yakni mengembalikan kedudukan, kemamapuan harkat serta martabatnya dihadapan hukum dan masyarakat.

“Dalam putusan pengadilan itu terbukti bahwa apa yang disampaikan oleh Wayan Rusna dan kembir itulah fakta hukumnya, sehingga si kembir dibebaskan tidak ada penipuan dan penggelapan karena tidak pernah bisa dibuktikan oleh pelapor adanya jual beli tanah 5 are itu”imbuh Salim.

Salim menilai, ujung tombak masalah yang menimpa kliennya itu berawal dari tindakan pihak penyidik yang kurang profesional karena tidak segera menerbitkan SP3 atas laporan Wayan Suarta yang terkesan dipaksakan.

“Disinilah titik tidak profesionalnya, itulah yang kita proses, kita minta kedepannya lebih profesional lebih proporsional penuh dengan tanggung jawab. Sehingga proses hukum yang dibuat itu tidak mengorbankan pihak terlapor jadi harus Equality Before The Law harus mengedepankan asas praduga tak bersalah dan kesetaraan dimata hukum”paparnya.

Ketidak profesionalan penyidikan itu menurut Salim harus ditindak tegas agar tidak mengorbankan orang yang tidak bersalah.

“Cara cara seperti ini harus kita tindak secara tegas sampai ini terungkap sehingga profesionalitas mereka itu dapat kita uji. Disini apa namanya itu, perilaku kedinasannya [itu] tidak profesional [sehingga] mengorbankan si kembir yang tidak bersalah, itu berbahaya sekali”tandasnya.@ [Jun]


Berita Terkait

No comment for Abaikan Fakta Hukum, Oknum Penyidik Polresta Denpasar Dilaporkan Ke Divpropam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.