Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Dirut Dan Komisaris PT Legong Bali Tersangka

Dirut Dan Komisaris PT Legong Bali Tersangka

(62 Views) Maret 8, 2019 7:09 am | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM – Direktur Utama PT Legong Bali Nusantara Johan Imanuel Subagio Bakti, ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Jatim. Dia dikenakan pasal berlapis yakni pasal 372 Jo pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan.

Tidak hanya itu, penyidik juga menjerat Johan Bakti dengan pasal alternatif lainnya. Yakni pasal 374 tentang penggelapan dalam jabatan Jo pasal 263 KUHP tentang pemalsuan serta Pasal 3 pasal 4 dan pasal 5 UU RI Tahun 210 tentang pencucian uang.

Selain Johan Imanuel Bakti, penyidik juga menetapkan Komisaris PT Legong Bali Nusantara, Liem Hermin Pujiastuti sebagai tersangka.

Pengusaha Kerupuk terkenal di Jawa timur itu dilaporkan oleh Silvie, Kakak ipar dari Johan yang juga merupakan menantu dari Liem Hermin Pujiastuti. Pelapor dalam perkara ini memiliki saham sebanyak 300 lembar diperusahaan.

“Penyidik menetapkan tersangka pada Johan dan Hermin tanggal 31 Januari 2019” ujar Silvie.

Menurut Silvie, Tersangka selam 6 tahun ini tidak memiliki itikad baik dengan tidak memberi hak dan menguasai seluruh keuntungan perusahaan yang semestinya didapatkannya.

Tersangka juga tidak pernah mengundang Silvie untuk ikut dalam Rapat Umum Pemegang Saham RUPS dan juga tidak pernah diberikan laporan keuangan atas keuntungan perusahaan.

Atas perbuatannya itu, pelapor mengkalim mengalami kerugian miliaran rupiah, sehingga melaporkannya pada Polisi.

“Sekitar Rp 15 miliar, itu belum termasuk lahan dan bangunan yang mereka kuasai untuk produksi pabrik” kata Silvie

Dijelaskan Silvie, Almarhum Suaminya Samuel Subagio Bakti. Merupakan saudara kandung dari tersangka. Dari pernikahannya dengan Samuel, dia dikarunia dua orang anak berusia 9 dan 6 tahun.

“Jangan lihat sayanya. Tapi anak saya itu adalah cucu dan keponakan mereka”ujar Silvie.

Samuel dulunya menjabat sebagai Direktur Utama di PT Legong Bali Nusantara dengan kepemilikan saham sebesar 300 lembar, hingga ia meninggal pada tahun 2013 dan mewariskan hak kepemilikan sahamnya pada Silvie.

Hak waris kepemilikan saham tersebut dilegislasi di hadapan notaris Wahyudi Suyanto dan diregister dengan nomer 21/KHW/IX/2013.

Keterangan hak waris dalam akte tersebut telah disampaikan Silvie pada RUPS PT Legong Bali Nusantara. Namun, Peserta rapat hanya mencatat pemindahan hak dari Samuel kepada Silvie atas kepemilikan saham almarhum dan tidak memasukkan Silvie dalam struktur Direksi perusahaan.

Semenjak Samuel meninggal dunia, Silvie tidak pernah diberikan dividen, hak dan atau laba keuntungan perusahaan, padahal kata Silvie. Dia harus menanggung biaya hidup kedua anaknya.

“Saya ini pihak yang terzolimi selama 6 tahun, saya juga harus membiayai kebutuhan anak saya”tandasnya.

Disampaikan Silvie, PT Legong Bali Nusantara telah berkembang pesat dengan banyak memiliki aset dan membuka anak perusahaan di beberapa daerah termasuk Sidoarjo dan Kediri. Namun, dari itu semua Silvie tidak mendapatkan bagian apapun dari perusahaan.@ [Jun].


Berita Terkait

No comment for Dirut Dan Komisaris PT Legong Bali Tersangka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.