Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Dana Hibah Pemrov Jatim, Polisi Panggil Ketua dan Bendahara Pokmas di Sumenep

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Dana Hibah Pemrov Jatim, Polisi Panggil Ketua dan Bendahara Pokmas di Sumenep

(258 Views) Maret 20, 2019 2:53 am | Published by | No comment
Spread the love

(Ket foto sejumlah wartawan cetak dan online saat menunggu pemeriksaan di Kepolisian Sumenep)

Sumenep-Awas. Dugaan Kasus korupsi proyek pengaspalan jalan di Dusun Unggaan, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, mulai diproses oleh kepolisian. Proyek yang bersumber dari dana hibah Pemprov Jatim TA 2018 sebesar Rp 200.000.000 tak kunjung ada realisasi hingga habis masa waktu pekerjaannya.

Pantauan wartawan Forum Nusantara Group di Polres Sumenep, benar adanya Ketua (M. Jahri) dan Bendahara (Zarkasyi) Pokmas Putera Pengelen, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan sedang menjalani pemeriksaan atau diminta keterangan perdana di Mapolres Sumenep.

Keduanya menjalani proses pemanggilan itu terkait kronologi proyek hibah Pemprov Jatim itu sejak pukul 09.00 di ruang Unit Pidkor Satreskrim Polres Sumenep pada Selasa (19/3/2019).

“Penyidik Pidkor meminta keterangan klien kami dimulai pukul 09.00. oleh penyidik yang dimintai keterangan pertama adalah Ketua Pokmas Putra Pangelen dimintai keterangan selama kurang lebih 2,5 jam, dengan sebanyak 28 pertanyaan,” terang Kuasa Hukum pengurus Pokmas Putera Pangelen Ach Supyadi.

Kata Supyadi, setelah Ketua Pokmas Putra Pangelen (M. Jahri) dimintai keterangan, lalu dilanjutkan oleh Bendahara Pokmas Putra Pangelen (Zarkasyi) yang dimintai keterangan oleh penyidik sekitar pukul 11.30. Bendahara dicecar dengan 28 pertanyaan saat dimintai keterangan yang berlangsung selama kurang lebih 2,5 Jam.

Sebelumnya, ketua dan bendahara Pokmas Putera Pangelen bernyanyi terkait proyek yang terindikasi jadi bancakan. Hal itu membuat khawatir pengurus Pokmas Putera Pengelen. Pasalnya, bantuan dana hibah Pemrov Jatim itu sudah turun atau sudah dicairkan ke rekening Pokmas Putera Pengelen. Tentu saja, tak kunjung ada realisasi proyek pengaspalan jalan di dusun tersebut, membuat pengurus pokmas ketar ketir.

Itu lantaran, uang yang sudah cair ke rekening Pokmasnya itu diambil oleh TB (inisial) yang nota bene sebagai inisiator pembentukan Pokmas Putera Pengelen.Khawatir dana hibah itu jadi bancakan, lantas Ketua Pokmas M. Jahri bersama Bendaharanya melakukan konsultasi hukum pada salah seorang pengacara kondang Sumenep.

Dari hasil konsultasi itu, Pengurus Pokmas Putera Pengelen menunjuk Ach. Supyadi sebagai kuasa hukumnya. Tak berselang lama, mereka sepakat membawa kasus itu ke ranah hukum.

Supyadi selaku kuasa hukum Pokmas Putera Pengelen mengatakan bantuan dana hibah yang diperuntukkan proyek pengaspalan jalan hingga kini tak terealisasi. Tapi masalahnya tak sesederhana itu. Ini bukan sekedar soal realisasi, melainkan dana Ro 200.000.000 yang masuk ke rekening pokmas Putera Pengelen semuanya sudah diambil atau cair dari Bank.

Hanya saja, usai dana itu cair, dana itu justru diambil oleh TB dan pengurus Pokmas yakni Ketua dan Bendahara Pokmas Putera Pengelen hanya diberikan dana Rp 5.000.000. Lantaran tak ada realisasi dan khawatir berbuntut hukum, akhirnya pengurus pokmas melaporkan kasus itu ke Polres Sumenep.(Tim FNG)

 


No comment for Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Dana Hibah Pemrov Jatim, Polisi Panggil Ketua dan Bendahara Pokmas di Sumenep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.