Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Onum Guru Diduga Lakukan Penganiaan Hingga Tewas, Pihak Keluarga Lapor Polisi

Onum Guru Diduga Lakukan Penganiaan Hingga Tewas, Pihak Keluarga Lapor Polisi

(61 Views) Maret 22, 2019 11:39 am | Published by | No comment
Spread the love

(Ket gambar : Kasek SMAN Batuan Salehoddin memakai batik, saat dikonfermasi sejumlah awak media tadi siang di ruang kerjanya)

SUMENEP-AWAS. Oknum guru SMAN Batuan Sumenep, yang diduga melakukan penganiayaan terhadap siswanya hingga meninggal dunia menjadi pertanyaan publik. Namun pihak sekolah memberikan respon yang berbeda dan mengklaim meninggalnya siswa lantaran sakit otak akibat radiasi HP. Jadi siswa yang santer dikabarkan meninggal dunia sebab dianiaya itu salah.

Menurut sesuai surat izin pihak keluarga yang dikirim ke sekolah, siswa itu sakit akibat radiasi HP. Saat pihak sekolah datang berkunjung, penyakit yang diderita siswa Andrean (Korban, Red) memang terkena radiasi bukan kasus penganiyaan. Memang diakuinya, siswa itu pernah dipukul sama guru agama. Namum itu sudah terjadi pada Oktober 2018 lalu.

“Jadi, sudah sekitar lima bulan yang lalu. Itu pun gayung hanya menyentuh dahi, tidak keras. Dan etelah itu, siswa yang bersangkutan tetap baik baik saja dan sehat dan bersekolah seperti biasanya. ,” kilahnya.

Dan itu dibenarkan denga pernyataan siswa yang lain mengakuinya kalau pukulan terhadap Andrean itu tidak keras. Itupun gayung yang digunakan memang kayung yang sudah pecah.

“Itu bukan pecah setelah dipukulkan, namun gayungnya memang pecah sebelumnya,” ujarnya.

Maka, pihak sekolah menegaskan tidak ada penganiyaan kepada siswa. Meski siswa itu pernah dipukul, namun tidak ada kaitannya, karena kejadiannya sudah lima bulan lalu.

“Dan kami juga sudah mengklarifikasi kepada pihak guru bersangkutan, teman sebangku dan teman lainnya. Jadi, dia sakit karena faktor radiasi HP bukan penganiayaan,” terangnya.

Sedangkan hasil diagnosa dokter, RSUD Sumenep dan RSU Pamekasan yang masuk ke pihak sekolah melalui surat izin. Korban tersebut terkena Radiasi HP infeksi syaraf otak menurut laporan. Sehingga kami kunjungan ke kedua rumah sakit itu tidak ada unsur penganiayaan tersebut”, tambahnya

Menurut Salehoddin, setelah dikumpulkan teman si korban, korban tersebut memang kecanduan game, dan sering tidur waktu jam sekolah, pihak sekolah merasa dirugikan, karena mengambil kesimpulan secara sepihak,

“setelah kami pertemukan keluarganya dengan guru dan teman sekelasnya, temannya mengatakan karena tidak mengerjakan tugas dan tidur waktu pelajaran, dibangunin disuruh kedepan, tidak lantas dipukul ditempat”, pungkasnya

Lalu bagaimana langkahnya terkait laporan ke Polres? Salehoddin berujar, pihaknya hanya menunggu saja. Pihak sekolah menunggu dan sampai detik ini belum ada pemanggilan untuk dimintai keterangan.

“Kalu itu kami akan tunggu dan akan kami jelaskan semua. Harus kami buka fakta dan kebenaran harus diungkap,” tandasnya.

Dilansir sebelumnya, dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah oknum guru agama di SMAN Batuan Sumenep. Pasalnya, guru agama berinisial F diduga melakukan tindakan kekerasan berupa penganiyaan terhadap salah seorang siswanya berinisial Andrean, 17, warga Desa Lembung, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Ironisnya, dia meregang nyawa saat proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) tengah berlangsung. (aln)


Berita Terkait

No comment for Onum Guru Diduga Lakukan Penganiaan Hingga Tewas, Pihak Keluarga Lapor Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.