Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Jaksa Fadhil Ngamuk! Sebut Hakim Tidak Memberinya Kesempatan Menjawab Eksepsi Secara Lisan

Jaksa Fadhil Ngamuk! Sebut Hakim Tidak Memberinya Kesempatan Menjawab Eksepsi Secara Lisan

(54 Views) Maret 26, 2019 4:21 am | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Fadhil mengatakan mampu menjawab eksepsi yang dibacakan tim kuasa hukum Agus Setiawan Tjong menggunakan lisan tanpa harus koordinasi dengan atasannya.

Dia juga mengatakan tidak diberi kesempatan oleh hakim untuk menjawab eksepsi itu secara lisan. Fadhil lalu meluapkan kekesalannya.

“Sebenarnya kalau kami diberi kesempatan menjawab lisan kami jawab lisan tadi, tapi hakim tidak memberikan kesempatan pada kami untuk menjawab secara lisan.”kata Fadhil berapi-api, seusai mendengarkan eksespi Kuasa Hukum ASJ di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (25/3).

Fadhil mengatakan akan menjawab eksepsi atau nota keberatan itu secara tertulis yang akan ia sampaikan pada persidangan yang akan datang, yakni Senin 1 April 2019.

“Yang jelas kami akan menyampaikan pendapat atas eksespi mengenai substansi materinya ya kita lihat Minggu depan, kalau hari kita sampaikan kan tidak etis, kasian mereka [kuasa hukum ASJ] sudah kerja satu Minggu kemudian kita jawab secara lisan, kan kasian mereka nanti.” kata dia.

Seperti diketahui, tim pembela dari ASJ hari ini menyampaikan keberatan atas materi dakwaan yang disampaikan JPU. Mereka menilai dakwaan yang disematkan pada kliennya adalah dakwaan bias.

Tim pembela dari ASJ menilai, dakwaan pada kliennya yang dituduh mengkoordinir pelaksanan dana hibah Pemkot Surabaya berupa Jasmas tahun anggaran 2016, tidak memenuhi syarat Formil dan Materiil, sesuai pasal 143 ayat (2) huruf (B) KUHAP. Bahkan dakwaan jaksa itu dinilai sebagai dakwaan kabur (obscur libel).

Tim pembela dari ASJ menerangkan terdapat 6 alasan kuat mengapa dakwaan jaksa penuntut umum tersebut harus ditolak. Yang pertama ialah tidak jelas menyebutkan tempat dan waktu tindak pidana dilakukan, dakwaan dinyatakan tidak cermat dan tidak jelas serta dakwaan penuntut umum dinilai Tim pembela tidak lengkap, karena keliru merumuskan siapa subyek hukum yang sebenarnya dalam perkara ini [Error’ In Persona].

Ketua tim Pembela ASJ, Hermawan Benhard Manurung mengulas surat dakwaan Jaksa pada halaman 1 baris 3, dimana disebutkan pengkoordiniran pelaksanaan dana hibah itu dilakuan “pada waktu yang tidak dapat ditentukan antara bulan Maret 2015 sampai 2017, atau setidaknya dalam waktu tertentu.”

“Jelas kutipan dakwaan JPU tidak yakin secara pasti waktu terjadinya tindak pidana yang dilakukan Agus Setiawan Jong, sesuai aturan itu dapat dinyatakan batal demi hukum.”kata Benhard.

Benhard juga menyoal akan adanya penyebutan bahwa ASJ merupakan pihak yang mengkoordinir pelaksanan dana hibah milik Pemkot Surabaya, padahal ASJ bukan merupakan pejabat publik yang memiliki kewenangan mengelola anggaran.

Sesuai dengan Nota Perjanjian Penerimaan Hibah Daerah (NPHD), sambung Benhard. Jelas tertulis penanggung jawab dalam hal ini adalah penerima hibah, yang dalam perkara ini adalah RT/RW.

“Jelas tidak memiliki hubungan hukum, ASJ bukan pejabat publik, bukan pula pemberi dan penerima hibah.”paparnya.

Lebih lanjut Benhard menyoal adanya frasa kata bahwa ASJ ” Menjanjikan akan memberikan fee sebesar 15 persen” pada beberapa anggota Dewan sesuai dengan jumlah dana hibah yang disetujui Pemkot Surabaya.

Dakwaan tersebut menurut Benhard, telah mencampuradukan unsur pidana diluar konteks pasal yang didakwakan pada ASJ sehingga menimbulkan pembiasan makna.

“Dari uraian itu jelas terjadi pencampuran unsur pidana, dimana seharusnya yang disebutkan jaksa adalah unsur pidana dalam pasal 5 ayat (1) UU Tipikor.” kata dia.

Dari semua uraian yang telah disebutkan tim pembela ASJ melalui eksepsi tersebut, Benhard menyatakan seluruh dakwaan JPU perlu untuk dikesampingakan dan ditolak seluruhnya.@ [*]


Berita Terkait

No comment for Jaksa Fadhil Ngamuk! Sebut Hakim Tidak Memberinya Kesempatan Menjawab Eksepsi Secara Lisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.