Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Tim Pembela Agus Setiawan Jong Minta Hakim Batalkan Dakwaan Kejari Perak

Tim Pembela Agus Setiawan Jong Minta Hakim Batalkan Dakwaan Kejari Perak

(53 Views) Maret 26, 2019 3:56 am | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM – Tim pembela dari Agus Setiawan Tjong (Jong) menolak seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya pada persidangan ke 2 yang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (24/3).

Penolakan tersebut dituangkan melalui nota keberatan atau eksepsi setebal 19 halaman yang dibacakan secara bergantian oleh tiga orang kuasa hukum ASJ, diantaranya Hermawan Benhard Manurung, Briyan Emanurio, dan Utcok Jimmi Lamhot.

“Menyatakan bahwa surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) No PDS 07/Tanjung Perak/FT/2/2019 terhadap terdakwa [Agus Setiawan Jong] batal demi Hukum, atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima.” Ujar Ketua tim Pembela dari ASJ, Hermawan. Benhard Manurung, Senin (24/3).

Adapun alasan penolakan dakwaan Jaksa. Tim pembela dari ASJ menilai, dakwaan pada kliennya yang dituduh mengkoordinir pelaksanan dana hibah Pemkot Surabaya berupa Jasmas tahun anggaran 2016, tidak memenuhi syarat Formil dan Materiil, sesuai pasal 143 ayat (2) huruf (B) KUHAP. Bahkan dakwaan jaksa itu dinilai sebagai dakwaan kabur (obscur libel).

Tim pembela dari ASJ menerangkan terdapat 6 alasan kuat mengapa dakwaan jaksa penuntut umum tersebut harus ditolak. Yang pertama ialah tidak jelas menyebutkan tempat dan waktu tindak pidana dilakukan, dakwaan dinyatakan tidak cermat dan tidak jelas serta dakwaan penuntut umum dinilai Tim pembela tidak lengkap, karena keliru merumuskan siapa subyek hukum yang sebenarnya dalam perkara ini [Error’ In Persona].

Benhard kemudian mengulas surat dakwaan Jaksa pada halaman 1 baris 3, dimana disebutkan pengkoordiniran pelaksanaan dana hibah itu dilakuan “pada waktu yang tidak dapat ditentukan antara bulan Maret 2015 sampai 2017, atau setidaknya dalam waktu tertentu.”

“Jelas kutipan dakwaan JPU tidak yakin secara pasti waktu terjadinya tindak pidana yang dilakukan Agus Setiawan Jong, sesuai aturan itu dapat dinyatakan batal demi hukum.”kata Benhard.

Benhard juga menyoal akan adanya penyebutan bahwa ASJ merupakan pihak yang mengkoordinir pelaksanan dana hibah milik Pemkot Surabaya, padahal ASJ bukan merupakan pejabat publik yang memiliki kewenangan mengelola anggaran.

Sesuai dengan Nota Perjanjian Penerimaan Hibah Daerah (NPHD), sambung Benhard. Jelas tertulis penanggung jawab dalam hal ini adalah penerima hibah, yang dalam perkara ini adalah RT/RW.

“Jelas tidak memiliki hubungan hukum, ASJ bukan pejabat publik, bukan pula pemberi dan penerima hibah.”paparnya.

Lebih lanjut Benhard menyoal adanya frasa kata bahwa ASJ ” Menjanjikan akan memberikan fee sebesar 15 persen” pada beberapa anggota Dewan sesuai dengan jumlah dana hibah yang disetujui Pemkot Surabaya.

Dakwaan tersebut menurut Benhard, telah mencampuradukan unsur pidana diluar konteks pasal yang didakwakan pada ASJ sehingga menimbulkan pembiasan makna.

“Dari uraian itu jelas terjadi pencampuran unsur pidana, dimana seharusnya yang disebutkan jaksa adalah unsur pidana dalam pasal 5 ayat (1) UU Tipikor.” kata dia.

Dari semua uraian yang telah disebutkan tim pembela ASJ melalui eksepsi tersebut, Benhard menyatakan seluruh dakwaan JPU perlu untuk dikesampingakan dan ditolak seluruhnya.@ [Rob/Jn].


Berita Terkait

No comment for Tim Pembela Agus Setiawan Jong Minta Hakim Batalkan Dakwaan Kejari Perak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.