Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Ahli Pidana Sebut Dakwaan Pada Ahmad Dhani Dapat Dibatalkan

Ahli Pidana Sebut Dakwaan Pada Ahmad Dhani Dapat Dibatalkan

(46 Views) Maret 29, 2019 6:13 am | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM – Ahli pidana Abdul Khoir Ramadhan dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Iblam menyatakan, pasal 27 ayat (3) yang didakwakan pada Ahmad Dhani harus merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomer 50 tahun 2008. Dimana delik pada pasal tersebut harus terlebih dahulu memenuhi unsur dalam pasal 310 dan 311 KUHP.

Ahli kemudian mengutip putusan tersebut, sebagaimana hakim MK menafsirkan keberlakuan pasal 27 ayat (3), dalam putusan MK Nomer 50/PUU.VI/2008.

“Keberlakuan dan tafsir atas Pasal 27 ayat (3) UU ITE tidak dapat dipisahkan dari norma hukum pokok dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP sebagai genus delict yang mensyaratkan adanya pengaduan (klacht) untuk dapat dituntut, harus juga diperlakukan terhadap perbuatan yang dilarang dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE, sehingga Pasal a quo juga harus ditafsirkan sebagai delik yang mensyaratkan pengaduan (klacht) untuk dapat dituntut di depan Pengadilan.”Kutip ahli membacakan amar putusan Mahkamah Konstitusi Nomer 50 tahun 2008, pada persidangan Ahmad Dhani, di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (28/3).

Dosen hukum pidana yang sering dihadirkan dalam persidangan ITE, Termasuk perkara Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta dan pernah menjadi saksi ahli di persidangan Faisal Tanjung, ini menerangkan. Merujuk pada putusan MK No 50 tahun 2008 pasal yang didakwakan pada Amad Dhani wajib memenuhi norma delik pada pasal 310 KUHP.

“Norma unsur delik pada pasal 310, harus terpenuhi dahulu baru ditambah pasal 27 ayat 3. Adanya unsur tanpa hak.”kata dia.

Secara yuridis menurut Ahli, Jaksa harus mengobjektifkan tafsir hukum sesuai dengan pembuat undang-undang. Sebagaimana unsur yang ada didalam pasal yang dituduhkan. “Naturalic person, pasal 27 ayat 3 Tidak dapat dibenarkan ditujukan kepada badan hukum atau perkumpulan.”papar ahli.

Naturalic person yang dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) dan 310 sambung ahli, adalah manusia, orang perorangan, bukan sekelompok orang, bukan paguyuban, atau badan hukum.

Terlebih Ahli memaparkan penerapan pasal 27 ayat (3). Penuntut Umum wajib membuktikan adanya Mens Rea, atau niat jahat dari pelaku.

“Ada unsur mens rea, niat jahat agar mengakibatakan sesuatu yang dikehendaki.”paparnya.

Dikatakan Ahli, Suatu perbuatan yang dilakukan seseorang dapat dipidanakan karena adanya kesalahan, atau kesengajaan .

“Mens rea [Niat jahat] adalah sikap batin, antara perbuatan dan akibatnya telah dikehendaki. Dalam Pasal 27 ayat 3, wajib harus dibuktikan, frasa kata [dengan sengaja] itu subyektif harus dibuktikan mens rea. Dasar kesengajaan itulah yang harus dibuktikan Jaksa.”kata ahli.

Dilanjutkan Ahli, [unsur] dengan sengaja harus diuraikan secara cermat dan jelas didalam dakwaan. Apa bila hal itu tidak dapat dipenuhi oleh Penuntut Umum, Surat dakwaan menurut ahli dapat dibatalkan.@ [Jun]


Berita Terkait

No comment for Ahli Pidana Sebut Dakwaan Pada Ahmad Dhani Dapat Dibatalkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.