oleh

Ditanya Terkait Jalan Retak CV Marshada, PUPR Depok Diduga Kurang Respect Terhadap Wartawan

Awasnews, Depok – Saat ditanya terkait pembangunan jalan retak yang baru saja dikerjakan oleh CV. Marshada sebagai pelaksana dan CV. Ertiga sebagai konsultan supervisi. Plt Kadis PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianti, diduga kurang respect terhadap wartawan yang mengkonfirmasi seolah enggan berkomentar lebih jauh soal dugaan keretakan serta patah pada pembangunan jembatan kali Playangan.

“Saya tanya dulu ke pengawas,” singkat Plt Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok, kepada wartawan yang mengkonfirmasi melalui pesan aplikasi whatsapp, Kamis (4/11).

Selain itu, saat disinggung mengenai hal lain. Plt. Kadis PUPR Kota Depok tersebut menjawab, “Ada pertimbangan mungkin”.

Sementara sebelumnya diberitakan, “Dinilai Janggal, Pengerjaan Proyek Jembatan Citayam Harus Dijelaskan”. Citra Indah Yulianti menanggapi adanya pemberitaan tersebut dan diduga menganggap sebagai “angin berlalu”.

“Janggal apanya, ada setan gitu jadi janggal. Cuman gara-gara papan proyek,” ujarnya pada saat dikonfirmasi.

Pembangunan jembatan kali Pelayangan yang berlokasi di Jalan Raya Citayam, Kota Depok, memakai anggaran yang bersumber dari APBD Kota Depok tahun anggaran 2021 sekitar Rp844.945.496. Estimasi waktu pelaksanaan 90 hari kalender dimulai 30 Juli sampai 27 Oktober 2021.

Untuk diketahui sampai berita ini dimuat, Jumat (5/11/2021), belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak terkait. Dan menurut sumber terpercaya, ini beberapa penyebab terjadinya patah cor beton sebagai berikut:

Bekisting yang digunakan sebagai cetakan struktur beton tidak kuat menahan berat bangunan dan pekerja diatasnya.

Campuran material yang tidak baik misalnya penggunaan semen terlalu sedikit atau kerikil terlalu banyak pada adukan beton.

Pembongkaran bekisting yang terlalu cepat, beton mengalami perkerasan maksimal ketika berumur 28 hari, jadi membongkar bekisting struktur beton sebelum mencapai umur tersebut diperlukan upaya-upaya yang dapat mempercepat pengerasan beton seperti penambahan bahan kimia tertentu pada adukan beton.

Pemberian beban bangunan yang diluar kemampuan struktur beton

Umur beton sudah melebihi batas umur dan waktu yang direncanakan untuk digunakan.

Terjadi bencana alam seperti gempa, banjir, kebakaran dan bencana lainya yang dapat merusak beton atau memberikan beban tambahan diluar kemampuan kekuatan struktur beton yang direncanakan.

Kesalahan perhitungan struktur yang menghasilkan dimensi dan spesifikasi beton dibawah kebutuhan kekuatan struktur yang diperlukan.

Karat pada besi yang digunakan sebagai tulangan beton.

Dimensi beton yang tidak mampu menahan lendutan , tegangan maupun gaya geser struktur, misalnya ukuran yang terlalu kecil atau ramping sehingga rawan terhadap keretakan struktur.

Material yang digunakan sebagai campuran beton terrlalu banyak mengandung bahan organic, kadar lumpur serta bahan-bahan kimia yang dapat melemahkan kekuatan struktur beton.

Pengeringan struktur beton terlalu cepat seperti akibat cuaca panas sehingga menimbulkan beton retak.

Terjadi pekerjaan yang sengaja dilakukan untuk merusak struktur beton misalnya pemukulan struktur, pekerjaan bobok beton dan sejenisnya sehingga menjadi peyebab struktur rusak.

Dan berbagai penyebab kerusakan lainya yang mungkin terjadi pada struktur beton.

(Andreas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed