oleh

Dampingi Penyandang Disabilitas Korban Pelecehan Seksual, Awass Law Firm Minta Polisi Segera Proses

Awasnews, Bogor – Mendampingi seorang wanita penyandang disabilitas RA (22) yang menjadi korban pelecehan seksual oleh tetangganya, salah satu tim kuasa hukum dari Awass Law Firm Wisnu Herjuno S.H, meminta pihak Kepolisian Resort Bogor (Polres Kabupaten) agar bertindak cepat dan tepat serta memproses laporan yang sudah diterima.

“Pencabulan tersebut dilakukan Udin yang merupakan tetangganya di Kampung Tapos 2, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Aksi bejat terduga pelaku dilakukan di rumah pria tersebut berkali-kali sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian,” kata Wisnu kepada pers di Cibinong, Minggu (19/9/2021).

Ia menceritakan, kejadian bermula sejak bulan Mei 2021, korban yang pada saat itu sedang berada di depan rumahnya mengaku ditarik oleh Udin yang tinggal tepat di seberang rumah korban. Sesampainya di dalam kamar, Udin memaksa membuka pakaian RA, korban mengaku sempat memberontak namun terus dipaksa dan tidak dapat melakukan apapun hingga akhirnya diperkosa.

“Selesai dicabuli korban mengaku diberikan uang senilai Rp15 ribu dan disuruh pulang. Pencabulan dilakukan berkali-kali sejak bulan Mei hingga bulan Juli 2021. Lebih mirisnya lagi, korban merupakan penyandang disabilitas dan dibesarkan oleh neneknya. Korban sejak kecil dirawat oleh neneknya, karena Ibunya sendiri juga penyandang disabilitas dan tidak punya bapak. Kami dampingi secara probono karena mereka dari keluarga tidak mampu, korban dan neneknya sendiri hidup hanya dari uluran tangan keluarga,” ungkap Wisnu.

Wisnu mengatakan keluarga RA merasa curiga karena RA mengeluh merasakan sakit pada kemaluannya. Keluarga lantas mencari tahu lebih dalam sampai akhirnya RA mengakui telah dicabuli oleh Udin berkali-kali selama ini.

“Korban lantas dibawa oleh keluarga ke bidan untuk dilakukan pemeriksaan, hasil dari pemeriksaan sendiri memang selaput dara korban memang sudah sobek, dari sana keluarga lantas mencoba mengklarifikasi hal tersebut kepada Udin, namun sayangnya Udin malah balik mengancam keluarga RA melaporkan korban atas pencemaran nama baik,” terangnya.

SA, salah seorang warga yang mengenal terduga pelaku mengaku pelaku selama ini dikenal sebagai pribadi yang emosional. “Dia sih memang kurang disukai di sini, udah berumah tangga dua kali dan cerai karena sering ribut dan KDRT,” ujar SA.

“Laporannya diterima pada hari Rabu Tanggal 9 September 2021 dengan Nomor LP: LP/B/1302/IX/2021/JBR/RES BOGOR. Dan sebagai kuasa hukum dan keluarga korban berharap kepada pihak Polres Bogor, agar segera memproses LP kami,” pungkasnya.

(redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed